Porprov Jatim 2027, 35 Atlet Kota Batu Berpotensi Tak Bisa Bertanding

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

15 - Sep - 2026, 08:20

Para atlet Kota Batu saat berkumpul di halaman kantor KONI Kota Batu.

JATIMTIMES - Persiapan kontingen Kota Batu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai diarahkan pada regenerasi atlet. Langkah ini dilakukan menyusul adanya 35 atlet yang berpotensi tidak dapat memperkuat Kota Batu jika batas usia peserta ditetapkan maksimal 23 tahun.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu Sentot Ari Wahyudi mengatakan pihaknya tidak ingin menunggu keputusan batas usia dari KONI Jawa Timur tanpa melakukan persiapan. Sejumlah cabang olahraga (cabor) mulai diarahkan melakukan seleksi dan penjaringan atlet baru.

Baca Juga : Purbaya Tahu Dicopot lewat Telepon, Dosen UB Soroti Etika Komunikasi Kekuasaan

“Karena regulasinya belum final, kami tetap harus menyiapkan langkah antisipasi. Jadi, cabor sudah kami minta mulai melakukan seleksi atlet baru untuk regenerasi,” kata Sentot, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, keberadaan 35 atlet tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun kekuatan Kota Batu untuk Porprov 2027. Para atlet itu sebelumnya masuk dalam proyeksi kontingen, tetapi statusnya masih bergantung pada aturan batas usia yang nantinya ditetapkan KONI Jatim.

“Kalau nanti batas usianya 23 tahun, memang ada sekitar 35 atlet kita yang tidak bisa turun. Tapi kalau ada beberapa cabor yang mendapatkan kelonggaran usia, tentu masih ada peluang untuk mereka,” jelasnya.

Sentot menyebut, dalam sosialisasi yang dilakukan KONI Jawa Timur sebelumnya terdapat pembahasan mengenai kemungkinan perbedaan ketentuan usia antarcabor. Sejumlah cabor disebut berpeluang menggunakan batas usia yang lebih tinggi, meski hingga kini belum ada keputusan resmi.

“Informasi sementara memang ada kemungkinan batas usia berbeda di beberapa cabor. Ada yang 23 tahun dan ada kemungkinan 24 atau bahkan lebih. Tetapi kami tidak ingin berspekulasi sebelum keputusan resminya keluar,” imbuh Sentot.

Karena itu, KONI Kota Batu memilih menjalankan dua skenario sekaligus. Selain menunggu kepastian regulasi dari KONI Jatim, pembinaan atlet muda terus digenjot agar Kota Batu memiliki pelapis apabila atlet yang lebih senior benar-benar tidak dapat diturunkan.

“Yang paling penting sekarang jangan sampai kita kehilangan waktu. Regenerasi harus tetap berjalan. Sehingga ketika regulasi sudah ditetapkan, kita sudah punya atlet yang siap,” tambah Sentot.

Seleksi atlet baru, lanjut Sentot, diserahkan kepada masing-masing cabor karena setiap cabang memiliki kebutuhan dan nomor pertandingan yang berbeda. KONI Kota Batu kemudian akan memantau hasil pembinaan tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027.

Baca Juga : Tiga Bulan Tersisa, DPRD Kota Malang Desak APBD Perubahan Tak Berujung SiLPA

“Kami serahkan kepada cabor untuk melihat kebutuhan masing-masing. Atlet mana yang potensial, nomor mana yang perlu disiapkan, itu lebih diketahui oleh cabor. KONI tinggal mengawal pembinaannya,” terangnya.

Sentot mengakui komposisi kontingen Kota Batu pada Porprov 2027 berpotensi mengalami perubahan dibandingkan Porprov 2025. Namun, kondisi tersebut tidak ingin dijadikan alasan untuk menurunkan target prestasi.

“Memang jumlah atlet bisa saja berkurang, tetapi kami berharap kualitas tidak ikut turun. Justru ini menjadi momentum untuk memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda,” tegasnya.

Ia berharap proses regenerasi yang dimulai sejak sekarang dapat membuat atlet muda memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan sebelum porprov digelar. Dengan demikian, Kota Batu tetap memiliki kekuatan kompetitif meski terjadi perubahan komposisi atlet.

“Kami ingin atlet muda tidak hanya menjadi pengganti secara jumlah, tetapi benar-benar dipersiapkan untuk berprestasi. Jadi, pembinaannya harus dimulai dari sekarang,” tutupnya.