Dokter Tompi Ungkap Fakta Bopeng Bekas Jerawat: Tak Ada Treatment yang Bisa Bikin Kulit Mulus Total
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
14 - Sep - 2026, 08:14
JATIMTIMES - Bekas jerawat tidak selalu berhenti sebagai noda atau perubahan warna pada permukaan kulit. Pada sebagian orang, peradangan akibat jerawat dapat meninggalkan perubahan struktur berupa cekungan atau yang lebih dikenal sebagai bopeng.
Kondisi inilah yang kerap menjadi tantangan tersendiri karena penanganannya tidak cukup hanya dengan mengandalkan perawatan kulit biasa.
Baca Juga : TPA Milangasri Terbakar Dekati SUTET, Ketua DPRD Magetan Turun ke Lokasi Instruksikan Siaga 24 Jam
Berbagai treatment estetika memang dapat membantu memperbaiki tampilan permukaan kulit. Namun, ketika jaringan kulit sudah mengalami perubahan struktur yang cukup dalam, hasil yang diharapkan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Hal tersebut dibeberkan dr Teuku Adifitrian SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, subspesialis estetik lanjut, yang akrab disapa dokter Tompi. Menurut Tompi, persoalan utama pada bopeng bukan hanya bagaimana membuat permukaan kulit tampak lebih halus, melainkan bagaimana menangani perubahan jaringan yang telah terjadi.
Karena itu, treatment berbasis device seperti laser memiliki keterbatasan ketika digunakan untuk menangani bopeng yang sudah cukup dalam.
Ia menjelaskan, berbagai perangkat estetika memang bisa memberikan perubahan pada tampilan tekstur kulit. Namun hasil tersebut tidak serta-merta berarti struktur kulit dapat dikembalikan sepenuhnya seperti sebelum mengalami kerusakan.
“Kalau laser mungkin bisa membuat tampilan kulit lebih baik, tapi hilang dan mulus seperti kulit bayi, nggak mungkin," kata dokter Tompi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa hasil perawatan bekas jerawat sebaiknya tidak diukur dari keinginan untuk mendapatkan kulit yang benar-benar tanpa tekstur. Bagi Tompi, kondisi kulit yang lebih baik dan terlihat jauh lebih halus merupakan target yang lebih realistis dibandingkan mengejar kesempurnaan.
Ketika bopeng sudah berada pada kondisi yang cukup dalam, pendekatan yang digunakan pun dapat berbeda. Tompi menambahkan, pada kondisi tertentu, dokter bedah plastik dapat mengambil peran karena penanganannya tidak lagi sebatas memperbaiki permukaan kulit.
“Kalau bekas jerawatnya itu sudah sampai bopeng, itu kita (dokter bedah plastik) yang masuk. Karena bopeng sampai detik ini saya belum menemukan ada tindakan by device yang bisa menghilangkan bopeng,” tambah penyanyi ini.
Di klinik kecantikan miliknya, Beyoutiful, dokter Tompi bersama timnya mengembangkan metode yang disebut 360 subfascial. Prosedur tersebut menggabungkan teknik subfascial dengan fat transfer atau pemindahan lemak.
Baca Juga : Maudy Ayunda Klarifikasi soal Bad News Indonesia, Akui Ada Hal yang Luput dari Videonya
Hal ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan perubahan pada kontur kulit, tetapi juga memanfaatkan jaringan lemak sebagai bagian dari proses rekonstruksi dan penyembuhan. Dalam prosedur tersebut, lemak yang digunakan disebut memiliki sejumlah komponen yang mendukung proses perbaikan jaringan.
“Di dalamnya ada benih-benih stem cell, growth factor, dan lain-lain yang kita support untuk penyembuhan. Kita lihat progresnya dalam dua-tiga kali session treatment, progresnya jauh terlihat,” jelasnya.
Meski demikian, Tompi tidak menjanjikan bahwa prosedur tersebut akan membuat kulit kembali sepenuhnya seperti kondisi sebelum memiliki bekas jerawat. Menurutnya, penanganan bopeng perlu ditempatkan sebagai upaya memperbaiki kondisi kulit secara signifikan, bukan menghapus seluruh jejak kerusakan hingga tidak tersisa sama sekali.
Terlebih kulit manusia pada dasarnya tetap memiliki pori, garis halus, dan tekstur. Karena itu, target perawatan seharusnya bukan menciptakan permukaan kulit yang benar-benar sempurna, melainkan menghasilkan perbaikan yang terlihat dan proporsional dengan kondisi awal.
Bagi Tompi, tindakan medis juga tidak seharusnya dilakukan secara berlebihan hanya demi mengejar hasil yang dianggap sempurna. Setiap prosedur memiliki tujuan dan pertimbangan masing-masing sehingga kebutuhan pasien harus menjadi dasar dalam menentukan tindakan.
“Operasi itu bisa berulang jika dibutuhkan, tapi jangan berlebihan. Jadi semuanya seperlunya aja,” tegas dokter Tompi.
Treatment berbasis device seperti laser dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperbaiki tampilan tekstur, tetapi pada bopeng yang lebih dalam, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah pendekatan bedah plastik dibutuhkan.
