Pedagang Dituntut Segera Masuk, Lapak Baru Pasar Gadang Belum Sepenuhnya Siap
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
14 - Sep - 2026, 07:19
JATIMTIMES - Batas akhir perpindahan pedagang Pasar Gadang ke lokasi baru tinggal hitungan jam. Namun, penataan ternyata masih menyisakan pekerjaan, terutama untuk pedagang pracangan yang belum sepenuhnya masuk ke tempat baru.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebut pedagang pracangan masih mempersiapkan tempat berjualan di dalam kawasan pasar. Kondisi itu membuat sebagian pedagang membutuhkan waktu lebih panjang untuk berpindah.
Baca Juga : DPRD Gresik Sosialisasikan Perda Pemakaman, Pengembang Wajib Sediakan Lahan
Menurut Eko, kebutuhan pedagang pracangan memang berbeda dengan pedagang lainnya. Mereka harus menyiapkan tempat penyimpanan sekaligus penataan komoditas seperti beras, minyak, dan gula.
“Kalau pracangan itu mundur waktunya karena dia lagi mempersiapkan tempatnya,” kata Eko.
Persoalannya, toleransi waktu tersebut diberikan ketika tenggat perpindahan sudah berada di ujung. Pemkot Malang masih memberikan kesempatan kepada pedagang untuk menyelesaikan persiapan hingga 15 September.
Dengan demikian, penataan kawasan pasar belum sepenuhnya selesai ketika pemerintah menunggu bangunan lama dikosongkan. Kondisi ini menunjukkan pemindahan tidak hanya menyangkut kesediaan pedagang untuk masuk, tetapi juga kesiapan tempat yang disediakan.
Di tengah proses tersebut, Pemkot Malang juga menyiapkan status baru bagi lapak-lapak di kawasan pasar. Sebanyak 1.059 lapak direncanakan dihibahkan kepada Pemkot Malang setelah seluruh proses pemindahan selesai.
Artinya, ribuan fasilitas tersebut nantinya tidak lagi sekadar menjadi tempat berdagang. Lapak-lapak itu akan masuk dalam pencatatan aset Pemerintah Kota Malang.
Eko memastikan 1.059 lapak tersebut nantinya dicatat sebagai aset Pemkot Malang. Namun, sebelum status aset itu berjalan, pemerintah masih harus menuntaskan seluruh rangkaian perpindahan pedagang.
Baca Juga : Jika Tak Dibongkar Mandiri, 104 Lapak Pasar Gadang Bakal Dirobohkan Ekskavator
Pantauan di lapangan, lokasi baru untuk pedagang juga masih belum dalam kondisi siap sepenuhnya. Beberapa kios yang ada di lokasi baru juga masih dalam proses pembangunan.
Tak hanya itu. Kondisi jalan yang juga masih dalam proses pembangunan juga menambah pekerjaan rumah. Pasalnya, pembangunan yang sedang berlangsung, harus beradu dengan aktivitas lalu-lintas dan perdagangan yang tentu menjadi tumpuan ribuan pedagang.
Selain itu, konstruksi sebagian bangunan yang belum rampung juga membuat kondisi masih terlihat kotor. Kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya sampah yang masih menumpuk di beberapa sudut.
Sementara itu, keberadaan sejumlah bedak di bagian belakang kawasan sempat menimbulkan pertanyaan mengenai statusnya. Eko memastikan bangunan tersebut resmi dan merupakan bagian dari lokasi yang disiapkan untuk pedagang. “Resmi itu. Tempatnya saja belum selesai (dibangun),” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pekerjaan fisik dan penataan tempat masih berjalan ketika tenggat perpindahan semakin dekat. Pemkot kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh pedagang masuk sebelum batas toleransi berakhir.
