MIN 1 Kota Malang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat SPAB, Kemenag Soroti Pentingnya Antisipasi

14 - Sep - 2026, 04:13

Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di MIN 1 Kota Malang (foto: Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana melalui Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026, Senin, (14/6/2026). Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., yang menilai kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi.

Gus Shampton sapaan akrabnya, mengatakan, kegiatan SPAB menjadi penting bagi madrasah karena bencana maupun musibah tidak dapat dipastikan kapan datangnya. Karena itu, kemampuan warga madrasah dalam mengenali risiko dan melakukan penyelamatan diri perlu terus diperkuat.

1

"Yang tentunya giat antisipasi itu akan lebih baik daripada kita mengatasi apa yang sudah terjadi. Tentu bencana alam atau kejadian apa pun, musibah, tidak bisa kita prediksi kapan terjadinya," ujar Shampton.

Baca Juga : Atasi Kesenjangan Komuter, Komisi D DPRD Jatim Inisiasi Raperda Transportasi Terintegrasi

Menurutnya, kejadian kebakaran yang menimpa dua madrasah di Kediri dan Jombang pada 2026 menjadi pengingat bahwa satuan pendidikan perlu memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Ia berharap rekomendasi yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang kepada MIN 1 Kota Malang dapat ditindaklanjuti. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan lingkungan madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memiliki sistem perlindungan ketika terjadi bencana.

2

Sementara itu, hasil pengecekan BPBD Kota Malang di MIN 1 Kota Malang menemukan sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Kepala BPBD Kota Malang Heru Mulyono menyebut madrasah perlu memperkuat proteksi kebakaran, termasuk menambah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Persoalan lain yang disoroti adalah akses evakuasi. Bangunan MIN 1 Kota Malang yang terdiri dari tiga lantai membutuhkan jalur penyelamatan yang jelas dan dapat digunakan apabila pintu utama tidak bisa diakses saat keadaan darurat.

3

"Yang kedua, ada tambahan jalur evakuasi. Jadi pintunya kan hanya satu. Tatkala nanti pintu ini terhalang, ada pintu lain aksesnya yang bisa untuk evakuasi," kata Heru.

Heru juga meminta kondisi pepohonan di sekitar lingkungan madrasah diperhatikan. Dari hasil pemantauan, terdapat dua pohon yang posisinya miring dan perlu diantisipasi agar tidak membahayakan siswa maupun warga madrasah.

Hal itu berkaitan dengan keberadaan lapangan yang menjadi salah satu titik aman untuk berkumpul ketika terjadi bencana. Menurut Heru, area terbuka tersebut harus dipastikan tetap aman dari ancaman pohon tumbang.

5

Program SPAB di MIN 1 Kota Malang sendiri menjadi bagian dari rangkaian edukasi kebencanaan yang telah dilakukan BPBD Kota Malang di berbagai satuan pendidikan. Hingga pelaksanaan yang ke-38, program tersebut telah menjangkau lebih dari 7.200 peserta dari target awal sekitar 4.040 peserta.

Baca Juga : Rotasi AKD DPRD Jatim: Ketua Fraksi PPP-PSI Digeser dari Banggar ke Banmus

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, SPAB merupakan salah satu program yang diusulkan melalui Musrenbang 2025. Pelaksanaannya dilakukan bertahap di berbagai jenjang pendidikan, termasuk madrasah.

4

Di MIN 1 Kota Malang, Wahyu menilai simulasi diperlukan agar siswa tidak hanya mengetahui teori kebencanaan, tetapi juga terbiasa mengambil tindakan ketika menghadapi situasi darurat.

"Evakuasi itu harus kita tetapkan terlebih dahulu. Apabila ada bencana ada jalur evakuasi," ujar Wahyu.

Gus Shampton menambahkan, keberadaan MIN 1 Kota Malang memiliki arti penting bagi pendidikan madrasah di Kota Malang. Ia menyebut madrasah di kawasan Jalan Bandung tersebut menjadi salah satu tujuan kunjungan dan studi tiru dari berbagai daerah.

"Madrasah kita yang ada di Kota Malang ini tentu menjadi kebanggaan dari Pemerintah Kota Malang pula karena tingkat kunjungan, tingkat studi tiru ke madrasah kita menjadi yang pertama dan yang paling banyak," tuturnya.

Karena itu, menurut Shampton, penguatan aspek keamanan dan kesiapsiagaan bencana juga perlu berjalan seiring dengan capaian pendidikan dan prestasi yang telah dimiliki MIN 1 Kota Malang.