BPJS Ketenagakerjaan dan PCNU Banyuwangi Bersinergi, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Warga NU
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
14 - Sep - 2026, 04:11
JATIMTIMES – Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke akar rumput terus diperkuat di Kabupaten Banyuwangi. BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi untuk menghadirkan perlindungan yang lebih luas bagi warga NU, khususnya mereka yang menjalankan aktivitas sebagai pekerja.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi dan PCNU Banyuwangi pada Jumat, 11 September 2026. Kerja sama ini menjadi pijakan untuk membangun sinergi perlindungan sosial ketenagakerjaan yang berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Baca Juga : Kasus Dugaan Pemerkosaan di Tlogomas Malang Masuk Babak Baru, Polisi Tahan dan Tetapkan Tersangka
Dalam kolaborasi tersebut, LAZISNU PCNU Banyuwangi mengambil peran sebagai salah satu penggerak perluasan perlindungan bagi warga NU. Peran itu sekaligus memperluas spektrum pelayanan LAZISNU. Tidak hanya melalui kepedulian sosial dan pentasharufan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga mendorong hadirnya perlindungan jangka panjang bagi warga.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Ocky Olivia mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen perlindungan negara bagi pekerja. Perlindungan tersebut penting agar pekerja dan keluarganya memiliki kepastian ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan.
“Salah satu contoh manfaat yang dapat diterima peserta adalah santunan Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta sesuai ketentuan,” ujar Ocky.
LAZISNU Bergerak hingga Akar Rumput

Sinergi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Konsolidasi diperkuat dengan keterlibatan 25 LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting se-Kabupaten Banyuwangi dalam kegiatan tersebut.
Jaringan LAZISNU yang tersebar hingga tingkat masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan. Para penggerak di masing-masing wilayah diharapkan ikut menyosialisasikan manfaat program, mendorong kepesertaan, sekaligus mendekatkan informasi perlindungan kepada warga NU.
Pembagian peran tersebut diharapkan mampu mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kehadiran LAZISNU hingga tingkat MWCNU dan ranting juga membuka ruang agar informasi mengenai program dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan semakin mudah dijangkau masyarakat.
Baca Juga : Disperinaker Surabaya Minta Warga Cermat Sebelum Teken Kontrak Kerja P3RT
Melalui sinergi ini, semakin banyak warga NU di Banyuwangi diharapkan memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan itu menjadi penting karena risiko kerja maupun risiko sosial ekonomi dapat berdampak tidak hanya kepada pekerja, tetapi juga terhadap keberlangsungan ekonomi keluarganya.
Bagi PCNU Banyuwangi, kerja sama tersebut sekaligus memperluas ikhtiar organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Pelayanan keagamaan dan sosial diperkuat dengan upaya membangun perlindungan yang memberi manfaat jangka panjang bagi warga.
BPJS Ketenagakerjaan pun berharap kesadaran terhadap pentingnya jaminan sosial semakin tumbuh melalui kolaborasi dengan jaringan NU yang menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. Perlindungan tersebut dapat diperoleh dengan iuran yang relatif terjangkau dibandingkan manfaat yang diterima peserta maupun keluarganya.
“Dengan iuran terjangkau, peserta memperoleh manfaat perlindungan yang sangat besar bagi dirinya maupun keluarganya,” kata Ocky.
