Soekarno-Hatta Ramai Tapi Trans Jatim Pilih Sulfat, Trayek Angkot Jadi Pertimbangan

14 - Sep - 2026, 04:22

Armada Transjatim yang beroperasi di Kota Malang.(Foto: Istimewa)).

JATIMTIMES - Jalan Soekarno-Hatta sempat menjadi salah satu opsi lintasan Trans Jatim Koridor II di Kota Malang. Namun, kawasan dengan mobilitas tinggi itu akhirnya tidak menjadi jalur yang dipilih.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, terdapat dua alternatif rute yang sejak awal dipertimbangkan. Selain Jalan Soekarno-Hatta, terdapat opsi melintasi Jalan Sulfat yang kemudian dinilai lebih memungkinkan.

Baca Juga : Ramai Isu Menkeu Purbaya Di-reshuffle, Wamenkeu hingga Menko PMK Sore Ini Datangi Istana

Padahal, Soekarno-Hatta memiliki potensi penumpang yang cukup besar. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat, dengan aktivitas pendidikan, perdagangan, dan jasa yang relatif padat.

Keinginan agar Trans Jatim melewati jalur tersebut juga cukup banyak disuarakan masyarakat. Namun, tingginya potensi penumpang berhadapan dengan persoalan lain yang ikut menentukan rute.

Salah satunya adalah irisan dengan trayek angkutan kota. Dito menyebut, rute Soekarno-Hatta akan bersinggungan dengan lebih banyak trayek dibandingkan apabila bus diarahkan melalui Sulfat.

"Jalur Sulfat bersinggungan dengan lima trayek. Sedangkan jalur Soekarno-Hatta bersinggungan dengan delapan trayek," ujarnya.

Perbedaan jumlah trayek tersebut menjadi salah satu pertimbangan sehingga Sulfat dianggap lebih realistis. Artinya, penentuan jalur tidak hanya mempertimbangkan kawasan yang memiliki potensi penumpang tinggi, tetapi juga dampaknya terhadap jaringan angkutan yang sudah beroperasi.

Persoalan dampak terhadap sopir angkot sendiri sejauh ini diklaim tidak berkembang menjadi persoalan antara Organda dan Pemprov Jatim. Sekretaris Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyebut komunikasi terkait operasional Koridor II masih berjalan.

"Selama ini pembicaraan dengan provinsi selalu humanis dan mereka memikirkan nasib sopir angkot yang terdampak," ucap pria yang akrab disapa Ipung tersebut.

Baca Juga : Rotasi AKD DPRD Jatim: Ketua Fraksi PPP-PSI Digeser dari Banggar ke Banmus

Menurutnya, pemerintah provinsi juga telah membahas sejumlah alternatif bagi sopir yang rutenya bersinggungan. Sopir angkot berpeluang menjadi pengemudi Trans Jatim sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Bagi sopir yang sudah berusia lanjut, peluang pekerjaan di sektor perawatan juga disebut telah disiapkan. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai kemudahan pemutihan pajak bagi sopir jalur AMG yang terdampak.

"Kemarin juga ada kesepakatan sopir jalur AMG (terdampak) bisa dimudahkan untuk pemutihan pajak. Sehingga mereka menerima Trans Jatim melewati Araya hingga Jalan Sulfat," ungkapnya.

Ipung menilai penerimaan terhadap Trans Jatim tidak terlepas dari harapan agar transportasi umum di Kota Malang semakin berkembang. Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna transportasi umum pada akhirnya juga dapat memberi dampak terhadap angkutan kota.

"Ketika banyak yang naik Trans Jatim. Itu juga akan mengangkat angkot," pungkasnya.