Atlet dan Pelatih asal Kota Malang Berlaga di Asian Games Nagoya, KONI Berharap Bawa Pulang Medali

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

14 - Sep - 2026, 11:36

Asian Games 2026 Nagoya, Jepang (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kota Malang kembali menempatkan sejumlah atlet dan pelatih dalam kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Games Nagoya, Jepang, 2026. Tujuh nama tercatat membawa keterkaitan dengan Kota Malang, baik sebagai atlet maupun pelatih.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang Joko Purwosusanto mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun KONI, terdapat lima atlet dan dua pelatih yang masuk dalam bagian kontingen Asian Games. Mereka berasal dari sejumlah cabang olahraga, mulai basket, balap sepeda hingga wushu.

Baca Juga : Berikan Perlawanan Sengit, PSIM Kalah Tipis dari Persebaya

"Ya, datanya ada lima atlet dan dua pelatih," ujar Joko kepada JatimTIMES, Senin (14/9/2026).

Dari daftar tersebut, nama Faizzatus Shoimah memperkuat tim basket 5x5. Kemudian Dika Alif Dhentaka dan Dewika Mulya Sova atau Ocha tercatat dari cabang Balap Sepeda, disusul Ahmad Ghozali Fuaiz dari Wushu serta Muhammad Syelhan Nurrahmat yang juga turun di Balap Sepeda.

Sementara dua nama yang dipercaya sebagai pelatih adalah Ari Kristanto yang menjadi pelatih Indonesia Cycling Federation atau ICF dan Andrie Ekayana yang menangani tim basket.

Joko menjelaskan, sejumlah atlet tersebut sebenarnya menjadi bagian dari kekuatan Kota Malang. Namun, ketika memasuki ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov, terdapat ketentuan yang membuat atlet dengan rekam jejak tertentu tidak lagi dapat memperkuat daerah.

"Nah waktu Porprov, mereka memang andalan kita di Kota Malang, karena dia sudah masuk PON dan pernah medali emas di PON atau sudah internasional, nah itu sudah tidak bisa lagi memperkuat Porprov," jelasnya.

Meski demikian, secara administrasi dan pembinaan, mereka tetap memiliki keterkaitan sebagai atlet Kota Malang. Karena itu, kiprah mereka di panggung Asian Games juga dipandang sebagai bagian dari wajah pembinaan olahraga daerah.

"Ya, harapan kita atlet yang dari KONI Kota Malang dalam memperkuat Asian Games bisa memperoleh medali. Karena bagaimanapun akan membawa nama besar Kota Malang dan akan berpengaruh terhadap adik-adik junionya mereka untuk sebagai motivasi mereka menjadi atlet-atlet yang berprestasi," tutur Joko.

Menurut Joko, keberhasilan atlet Kota Malang menembus kompetisi olahraga tertinggi di tingkat Asia bukan semata soal perolehan medali. Kehadiran mereka di ajang internasional diharapkan dapat menjadi pemantik bagi atlet-atlet muda di Kota Malang untuk melihat bahwa jenjang prestasi dari daerah menuju panggung Asia terbuka lebar.

Karena itu, KONI Kota Malang juga berharap kiprah para atlet tersebut mendapat perhatian lebih luas. Publikasi mengenai perjalanan dan prestasi atlet dinilai penting untuk membangun citra sekaligus mendorong munculnya generasi baru di dunia olahraga.

"Ya, harapan saya nanti adik-adik atlet yang mengetahui, apalagi nanti branding di saat mereka memperoleh prestasi, itu kan akan menjadi motivasi tersendiri bagi atlet-atlet yang di bawahnya," ungkapnya.

Baca Juga : LIRA Malang Desak APH Tegas Tak Pandang Bulu Tangani Polemik Pembangunan Kios Pasar Karangploso

Tak hanya soal apresiasi, Joko menyebut pemerintah juga telah menyiapkan skema penghargaan bagi atlet berprestasi. Anggaran tersebut masuk dalam pos penghargaan atlet berprestasi yang disiapkan melalui KONI Kota Malang.

"Melalui KONI ada memang disiapkan anggaran untuk atlet berprestasi. Penghargaan atlet berprestasi, secara judul di rancangan anggarannya seperti itu. Itu untuk atlet yang berprestasi, yang mendapat medali di event nasional, apalagi internasional," katanya.

Besaran penghargaan tersebut, lanjut Joko, telah memiliki patokan berdasarkan tingkat prestasi dan jenjang kejuaraan. Namun, nominal pastinya belum dapat ia sebutkan secara rinci.

"Nanti biasanya kita berikan setelah nanti mereka berprestasi," ujarnya.

Ia memastikan skema penghargaan tersebut telah menjadi bagian dari perencanaan anggaran yang disetujui dalam NPHD. Perhitungannya dibedakan berdasarkan jenis medali serta level kejuaraan yang diikuti atlet.

"Tapi secara patokannya ada sih dari yang sudah disetujui di NPHD, disetujui oleh Pak Wali. Dalam setahun ke depan itu kita mempersiapkannya itu sudah ada patokan bahwa nanti emas dapat sekian, perak dapat sekian, perunggu dapat sekian. Untuk level nasional sekian, untuk internasional sekian, gitu," terang Joko.

Dengan keberangkatan lima atlet dan dua pelatih tersebut, KONI Kota Malang berharap panggung Asian Games Nagoya 2026 tidak berhenti menjadi sekadar pengalaman bertanding. Medali, jika berhasil diraih, akan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus modal penting untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet muda Kota Malang di masa mendatang.