Satpolairud Polres Situbondo Serahkan Kapal Nelayan yang Hilang di Pantai Cemara Indah

10 - Sep - 2026, 02:22

Personil Satpolairud Polres Situbondo saat menyerahkan kapal nelayan Situbondo yang sempat hilang di Pantai Cemara, Rabu (9/9/2026). (Foto: Polres Situbondo for JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Sempat bikin pemiliknya waswas, kapal pancingan milik nelayan Situbondo yang hilang dari perairan Pantai Cemara Indah, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, akhirnya kembali ditemukan. Kapal tersebut ditemukan di perairan wilayah Sampang, Madura, dalam kondisi lengkap.

Kapal milik Taufiq Qurrahman (25), warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, itu ditemukan oleh nelayan asal Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Penemuan tersebut tak lepas dari gerak cepat Satpolairud Polres Situbondo dalam memperluas jaringan informasi hingga ke wilayah kepulauan Madura.

Baca Juga : Api Melalap Dapur Gizi RSSA Malang, 45 Pasien Dipindah dan Penyebab Kebakaran Masih Misterius

Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, sejak menerima laporan kehilangan, pihaknya langsung melakukan sejumlah langkah untuk melacak keberadaan kapal tersebut. Salah satunya dengan menggandeng para nelayan agar informasi mengenai kapal yang hilang dapat tersebar lebih luas.

“Alhamdulillah, kapal pancingan milik korban telah ditemukan kembali dalam keadaan lengkap,” ujar AKP Gede, Kamis (10/9/2026).

Kapal tersebut kemudian tidak langsung dibawa melalui jalur darat. Untuk mengembalikannya ke Situbondo, kapal pancingan kayu bernama Surya digunakan sebagai penarik.

Proses penarikan akhirnya membawa kapal tersebut sampai ke Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.15 WIB. Kapal selanjutnya diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Kasus ini bermula pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Taufiq menambatkan kapal pancingannya di perairan Pantai Cemara Indah, sekitar 300 meter dari bibir pantai.

Kapal ditambatkan menggunakan tali yang diikatkan pada kayu yang tertancap di pasir. Setelah memastikan kapal tertambat, Taufiq kemudian meninggalkan lokasi dan pulang.

Namun, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, kapal tersebut sudah tidak berada di tempat. Taufiq bersama pihak terkait sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi kapal tak kunjung ditemukan.

Hilangnya kapal itu sempat memunculkan dugaan telah terjadi pencurian. Taufiq kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada personel Satpolairud Polres Situbondo pada Rabu (26/8/2026).

“Taufiq selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada personel Satpolairud Polres Situbondo pada Rabu, 26 Agustus 2026. Petugas kemudian mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi,” kata AKP Gede.

Usai menerima laporan, personel Satpolairud mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui kondisi terakhir kapal sebelum dinyatakan hilang.

Tak berhenti di lokasi kejadian, polisi juga menyebarkan foto dan video kapal melalui berbagai grup WhatsApp nelayan Situbondo, jaringan nelayan kepulauan Madura, hingga media sosial.

 

Cara tersebut dilakukan agar semakin banyak nelayan mengetahui informasi kehilangan tersebut. Harapannya, apabila kapal ditemukan oleh nelayan lain, ciri-cirinya dapat segera dikenali.

 

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu (29/8/2026), kapal milik Taufiq ditemukan oleh nelayan asal Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

 

Baca Juga : Satreskrim Polres Malang Ungkap 957 Kasus Kriminal, Terbanyak di Jatim Selama 2026

Setelah kapal ditemukan, Satpolairud Polres Situbondo kemudian berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sampang. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulangan kapal berjalan aman.

 

“Setelah dilakukan koordinasi dengan Satpolairud Polres Sampang kemudian dibantu untuk mencarikan kapal penarik, kemudian ditarik menggunakan kapal pancingan kayu bernama Surya hingga tiba di Pelabuhan Kalbut,” ungkap AKP Gede.

 

Kapal tersebut diketahui merupakan jenis fiber berkatir dengan kombinasi warna putih, biru dan merah. Sedangkan mesin kapal memiliki ciri khas berwarna hijau.

 

Secara keseluruhan, kapal masih dalam kondisi lengkap. Kerugian materiil akibat hilangnya kapal tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp27 juta.

 

AKP Gede menegaskan, keberhasilan menemukan kapal tersebut menjadi bukti pentingnya komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat nelayan. Terlebih, aktivitas masyarakat di laut memiliki wilayah jelajah yang luas dan tidak mengenal batas administratif.

 

Satpolairud Polres Situbondo pun memastikan koordinasi dengan para nelayan akan terus diperkuat. Selain untuk membantu penanganan kejadian seperti kapal hilang, komunikasi tersebut juga penting dalam mendukung keamanan dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

 

“Dengan adanya koordinasi yang baik, informasi terkait kapal yang hilang dapat segera diketahui oleh nelayan lainnya,” pungkasnya.