Kunjungan Capai 21.031 dalam 17 Hari, Wali Kota Blitar Siapkan Event Nasional Perkuat MBK 24 Jam

06 - Sep - 2026, 08:08

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama peserta dialog, termasuk perwakilan pedagang kawasan Makam Bung Karno, seusai program “Netizen Bertanya, Mas Wali Menjawab” di Litera Coffee and Space, Perpustakaan Kota Blitar, Sabtu (5/9/2026) malam. Dialog tersebut menjadi ruang menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membahas pengembangan kawasan MBK dan penguatan aktivitas ekonomi warga. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Kebijakan membuka Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam mulai menunjukkan geliat kunjungan. Dalam 17 hari sejak diberlakukan, yakni 15–31 Agustus 2026, kawasan makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI itu mencatat 21.031 kunjungan. 

Pemerintah Kota Blitar kini menyiapkan penguatan agenda wisata dan tradisi di kawasan Makam Bung Karno, termasuk mengembangkan Minggu Kliwon menjadi event berskala nasional.

Baca Juga : Mas Ibin Buka Ruang Aspirasi Warga Lewat Program: Netizen Bertanya, Mas Wali Menjawab

Data kunjungan itu disampaikan dalam dialog “Netizen Bertanya, Mas Wali Menjawab” yang digelar di Litera Coffee and Space, Perpustakaan Kota Blitar, Sabtu (5/9/2026) malam. Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan kebijakan MBK 24 jam akan terus dikawal berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan.

Dari 21.031 kunjungan selama 15-31 Agustus, sebanyak 18.502 kunjungan berlangsung pada pukul 07.30-19.30 WIB, dengan rata-rata 1.088 orang per hari. Sementara pada rentang malam hingga pagi, pukul 19.30-07.30 WIB, tercatat 2.529 kunjungan atau rata-rata 149 orang per hari.

Angka itu menunjukkan pergerakan kunjungan yang kuat dibandingkan catatan Agustus 2025 sebanyak 8.191 kunjungan. Meski periode datanya berbeda karena angka 2026 hanya mencakup 17 hari, Pemkot melihat besarnya arus pengunjung tersebut sebagai modal untuk mengembangkan Makam Bung Karno sebagai destinasi wisata sejarah yang semakin terbuka.

“Kalau menurut data, kunjungannya terus naik. Dan saya yakin nanti efeknya ekonomi akan naik di siang hari ataupun di malam hari,” kata Mas Ibin.

Menurut dia, pembukaan MBK selama 24 jam berpijak pada posisi Makam Bung Karno sebagai ruang sejarah yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Warga datang bukan semata untuk berwisata, tetapi juga berziarah, berdoa, dan mencari inspirasi dari sosok pendiri bangsa.

“Ini hak rakyat Indonesia, bahkan internasional, untuk datang ke Makam Bung Karno, mendoakan atau mendapatkan inspirasi kapan pun. Karena beliau pendiri bangsa,” ujarnya.

Pemkot, kata Mas Ibin, tetap membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan baru tersebut. Masukan dari masyarakat, pelaku UMKM, pedagang, dan asosiasi akan didengar sebelum pemerintah mengambil langkah lanjutan.

“Kita selalu mendengar. Semuanya yang ada di masyarakat kita dengar, kita catat, kemudian kita perhatikan dan kita timbang-timbang semuanya,” katanya.

Mas Ibin menyebut evaluasi akan dilakukan setelah pemerintah memperoleh gambaran yang cukup mengenai pola kunjungan dan dampaknya dalam beberapa bulan ke depan. Pendekatan itu ditempuh agar penyempurnaan kebijakan didasarkan pada data sekaligus pengalaman masyarakat di lapangan.

Minggu Kliwon Disiapkan Naik Kelas

Ibin

Pembukaan akses 24 jam akan diikuti penguatan kegiatan di kawasan Makam Bung Karno. Pemkot Blitar telah merancang sejumlah agenda berkala agar arus kunjungan tidak hanya bertumpu pada momentum tertentu.

Salah satu yang disiapkan adalah tradisi Minggu Kliwon. Mas Ibin ingin kegiatan doa dan tradisi yang telah tumbuh di MBK dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar dan memiliki daya tarik nasional. Konsepnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan untuk menghidupkan kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi UMKM dan masyarakat sekitar.

“Kita ingin Minggu Kliwon kita naikkan menjadi skala nasional. Sangat mungkin bisa lebih ramai daripada CFD. Insyaallah ini juga akan menjadi keberkahan Makam Bung Karno dan masyarakat sekitar,” kata Mas Ibin.

Baca Juga : 2,6 Juta Kunjungan, Kota Malang Tak Ingin Cuma Jadi Tempat Transit Wisatawan

Harapan menghidupkan kawasan Makam Bung Karno juga disampaikan Ketua Paguyuban Putra Sang Fajar, Imam Muslimin. Dalam dialog tersebut, Imam menekankan besarnya semangat para pedagang dan pelaku wisata yang setiap hari menjadi bagian dari aktivitas kawasan makam Proklamator.

“Teman-teman pedagang ini semangatnya luar biasa,” ujar Imam.

Ia berharap semakin banyak kegiatan digelar di kawasan MBK sehingga kedatangan peziarah memberikan manfaat yang lebih luas. Imam mengingat besarnya perputaran aktivitas masyarakat ketika agenda-agenda Bung Karno mampu mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar.

Bagi Pemkot Blitar, aspirasi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kawasan Makam Bung Karno ke depan. Pemerintah ingin peningkatan kunjungan berjalan seiring dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Mas Ibin menegaskan dialog dengan pedagang dan pelaku UMKM akan terus dilakukan. Penguatan event, perluasan akses, serta evaluasi berbasis data diarahkan agar MBK semakin kokoh sebagai pusat wisata sejarah dan kebangsaan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita carikan yang terbaik. Harapannya Makam Bung Karno semakin ramai, UMKM dan para pedagang juga mendapatkan manfaat. Insyaallah ini menjadi keberkahan bagi Makam Bung Karno dan masyarakat sekitar,” pungkas Mas Ibin.