Korban Keracunan Santri di Sidoarjo Tembus 516 Orang, Bupati Subandi Turun Langsung Pantau Penanganan dan Sidak SPPG
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Nurlayla Ratri
02 - Sep - 2026, 02:59
JATIMTIMES – Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus menjadi perhatian. Hingga Rabu (2/9), jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan dilaporkan kembali bertambah.
Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau kondisi para santri sekaligus memastikan proses penanganan medis berjalan dengan cepat dan optimal.
Baca Juga : 500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi hingga Keluhan Muncul
Dalam kunjungannya, Subandi menyampaikan bahwa terdapat tambahan puluhan santri dan santriwati yang mengeluhkan gejala serupa. Sedikitnya 38 santri dilaporkan mengalami keluhan berupa sakit perut dan mual.
“Hari ini, kami kembali mendapatkan kabar ada puluhan santri dan santriwati yang mengalami gejala keracunan,” ungkap Subandi saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungannya ke Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Rabu (2/9/2026).
Jumlah tersebut menambah daftar korban setelah sebelumnya insiden serupa terjadi pada Selasa malam (1/9). Pada hari pertama kejadian, sebanyak 516 pasien telah dievakuasi ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari total tersebut, sebanyak 427 pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara itu, 88 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Berdasarkan data kemarin, ada sebanyak 516 pasien yang dievakuasi ke sembilan rumah sakit. Sebanyak 427 pasien sudah dinyatakan membaik dan dipulangkan, sedangkan 88 pasien masih mendapatkan perawatan intensif,” jelas Subandi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan penanganan terhadap para korban terus dilakukan secara cepat. Pihak pesantren juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap kondisi seluruh santri.
Santri yang mulai menunjukkan gejala seperti mual dan sakit perut segera mendapatkan pertolongan dan dirujuk ke rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi kesehatan korban memburuk serta memastikan seluruh santri memperoleh penanganan medis sesegera mungkin.
Baca Juga : Polresta Banyuwangi Amankan Pasutri di Rogojampi Bersama Barang Bukti 1,025 Kilogram Sabu
Pemerintah bersama pihak terkait juga terus melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut dan memastikan keselamatan seluruh santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam.
Terkait insiden tersebut, pengiriman MBG dari penyedia yang berkaitan dengan kejadian tersebut juga dihentikan sementara. Sedikitnya 19 titik atau lokasi pengiriman ditangguhkan sambil menunggu hasil investigasi.
"Pengiriman sementara dihentikan di 19 titik. Kita tidak ingin mengambil risiko sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi selesai," jelas Subandi.
Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Dinas Pendidikan juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun sisa bahan makanan yang masih tersedia.
Subandi mengatakan, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Ia memastikan proses penanganan dan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan tentunya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
