Pengamen Asal Cianjur Ditemukan Tewas di Kos Kepanjen Malang

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

28 - Aug - 2026, 08:22

Personel Polsek Kepanjen bersama Tim Inafis Polres Malang saat melakukan serangkaian penyelidikan peristiwa ditemukannya seorang pengamen yang tewas di kamar kosnya yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Seorang pengamen berinisial LA (56) ditemukan tewas di sebuah kamar kos yang beralamat di Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis 27 Agustus 2026. Hingga kini, penemuan mayat seorang pria asal Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polres Malang.

Informasi akan peristiwa penemuan mayat tersebut kemudian viral dan beredar di sejumlah WhatsApp Grup. Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun JatimTIMES pada Jumat 28 Agustus 2026, nampak petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian sesaat setelah mayat korban ditemukan.

Baca Juga : 3 Doa Lepas dari Jeratan Utang, Diajarkan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib

Berdasarkan keterangan yang dihimpun JatimTIMES dari pihak kepolisian, peristiwa penemuan mayat tersebut dilaporkan pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Sesaat setelah menerima laporan, personel kepolisian dari unsur Polsek Kepanjen dan Tim Inafis Polres Malang kemudian diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di sisi lain, sejumlah personel gabungan mulai dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, para relawan hingga staf Kantor Pemerintah Kelurahan Kepanjen dan warga sekitar juga turut mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban. Jenazah korban kemudian di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen untuk dilakukan visum.

Ketika ditemui awak media, pihak pemilik kos yang disewa korban sekaligus pelapor Niko Handoyo menuturkan, korban ditemukan pertama kali dalam kondisi telah meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 12.00 WIB. "Kronologi kejadiannya itu bermula pada kemarin (Rabu 26 Agustus 2026) malam, korban saat itu sempat mengeluh sakit perut," ujarnya.

Keesokan harinya, yakni pada Kamis pagi, korban diketahui telah membaik dan tak mengeluh sakit. Bahkan, korban juga sempat mandi dan mencuci baju.

"Sekitar jam 10.00 WIB itu sempat saya beri makan, kemudian saya tinggal. Tapi saya curiga karena (korban, red) tidak keluar-keluar, kemudian saya tengok lagi sekitar jam 12.00 WIB, habis zuhur, ternyata orangnya sudah tidak ada (korban telah meninggal, red)," bebernya.

Kejadian tewasnya korban tersebut oleh pihak pemilik kos akhirnya disampaikan kepada ketua RT setempat, yang kemudian dilaporkan kepada kepolisian hingga Dinsos. "Kemudian pihak kepolisian dan dinas terkait semuanya langsung ke sini (lokasi kejadian, red)," imbuhnya.

Niko mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait dugaan penyebab kematian korban. Hanya saja, berdasarkan keterangan korban semasa hidupnya mengaku kalau memiliki riwayat penyakit asam urat. Korban juga pernah mengeluh kepada pemilik kos kalau merasakan sakit dan kram pada bagian kakinya.

"Dari kepolisian sudah dicek sama pihak forensiknya, tapi saya kurang tahu ya untuk penyebab meninggalnya karena apa," ujarnya.

Baca Juga : Membahayakan Pengguna Jalan, Dua Reklame Rusak Rawan Roboh Dibongkar Satpol-PP Kota Batu

Niko menyebut, korban merupakan salah satu dari total empat penghuni di tempat kos sejumlah enam kamar yang ada di bangunan lantai dua tersebut. Korban tinggal sendirian di dalam kamar kosnya sebelum akhirnya ditemukan tewas di atas kasur pada Kamis siang. "Korban tinggal sendirian, asal Cianjur, Jawa Barat. Baru dua mingguan ngekos di sini," jelasnya.

Selama di perantauan dan ngekos di Kecamatan Kepanjen, korban diketahui bekerja sebagai seorang pengamen. "Biasanya kalau ngamen keliling di sekitar area Kepanjen," imbuhnya.

Sepengetahuan pemilik kos, korban diketahui sudah pernah berkeluarga sebelum akhirnya bercerai. Dari pernikahan tersebut, korban juga telah dikaruniai anak.

"Pihak keluarga (korban, red) sudah dihubungi, sudah dikondisikan sama Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut. Saat dikonfirmasi oleh Dinas Sosial katanya mau diurus lagi untuk lebih lanjutnya oleh pihak keluarganya. Tapi kalau untuk lebih jelasnya seperti apa, saya kurang tahu," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Kepanjen Kompol Subijanto mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban. Dugaan sementara, korban tewas bukan karena adanya unsur pidana. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," pungkasnya.