Musancab PKB Kota Blitar, Mas Ibin Dorong Politik untuk Kemaslahatan Umat

Reporter

Aunur Rofiq

15 - Aug - 2026, 05:28

Politik Kemaslahatan: Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kota Blitar di Hotel Puri Perdana, Sabtu (15/8/2026). Mas Ibin mendorong kader PKB menjadikan politik sebagai jalan pengabdian yang berorientasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar tak sekadar menjadi agenda pergantian dan penyegaran struktur partai. Forum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi politik menuju Pemilu 2029, dengan regenerasi kepengurusan dan penguatan orientasi politik yang berpijak pada kemaslahatan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Musancab PKB Kota Blitar di Hotel Puri Perdana, Sabtu (15/8/2026). Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadir memberikan motivasi kepada jajaran pengurus dan kader PKB.

Baca Juga : Buka MPLS Sekolah Rakyat, Wali Kota Blitar: Dari Sini Anak-Anak Disiapkan Menjadi Generasi Hebat

Bagi Mas Ibin, kehadirannya memiliki ikatan politik tersendiri. PKB merupakan salah satu partai yang merekomendasikan dan mengusungnya dalam kontestasi Pilkada Kota Blitar 2024 hingga terpilih sebagai wali kota.

“Kita tentu memberikan semangat kepada teman-teman pengurus PKB. PKB dulu juga merekomendasikan saya sebagai kepala daerah. Secara pribadi, partai-partai yang mengusung saya menjadi prioritas untuk kita datangi dan kita berikan semangat dalam kegiatan kepartaian,” kata Mas Ibin.

Namun, Mas Ibin membawa pembicaraan lebih jauh dari sekadar hubungan antara kepala daerah dan partai pengusung. Ia menekankan politik harus memiliki tujuan yang nyata: menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, PKB memiliki tradisi politik rahmatan lil alamin. Politik ditempatkan sebagai jalan menghadirkan rahmat, kemanfaatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

“PKB mengajarkan politik rahmatan lil alamin. Politik harus menjadi rahmah bagi seluruh masyarakat. Kebijakan seorang pemimpin juga harus didasarkan pada kemaslahatan dan kemanfaatan,” ujarnya.

Mas Ibin mengatakan, orientasi tersebut penting dijaga ketika politik kerap dipahami sebatas perebutan kekuasaan. Kekuasaan, menurut dia, semestinya menjadi instrumen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Apa pun yang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat, itulah cita-cita politik. Politik juga memiliki dimensi ibadah. Karena itu, niat berpolitik harus ditata untuk menyejahterakan masyarakat dan umat,” kata Mas Ibin.

Regenerasi Menuju Pemilu 2029

Ibin

Musancab kali ini sekaligus menjadi bagian dari penataan mesin politik PKB Kota Blitar menuju Pemilu 2029. Ketua DPC PKB Kota Blitar M. Zainul Ichwan mengatakan, konsolidasi dilakukan berjenjang setelah Musyawarah Cabang, mulai tingkat kecamatan melalui Musancab hingga struktur ranting.

Regenerasi menjadi salah satu perhatian utama. PKB Kota Blitar mulai memperbesar ruang bagi kader muda untuk masuk dalam struktur kepengurusan. Langkah tersebut didasarkan pada perubahan komposisi pemilih yang diperkirakan semakin didominasi generasi muda pada 2029.

“Ini untuk menyiapkan generasi muda sebagai pengurus partai dalam menatap Pemilu 2029. Tantangannya luar biasa. Berdasarkan peta elektoral, sekitar 60 persen pemilih pada 2029 adalah Gen Z dan milenial,” kata Zainul.

Karena itu, menurut dia, komposisi anak muda akan diperbesar mulai kepengurusan cabang, anak cabang hingga ranting. Regenerasi tersebut tetap mempertahankan kader senior sebagai bagian dari kesinambungan organisasi.

Baca Juga : Harjakasi Ke-208, Pembangunan Situbondo Didorong Lebih Merata dari Barat hingga Timur

“Teman-teman senior tetap ada dalam kepengurusan, tetapi persentase anak muda mungkin akan lebih banyak. Kita harus mampu menangkap perubahan karakter pemilih,” ujarnya.

Konsolidasi tersebut dibarengi target elektoral. DPC PKB Kota Blitar memasang sasaran rasional tujuh kursi DPRD Kota Blitar pada Pemilu 2029. Target itu berada di bawah sasaran 10 kursi yang dibebankan DPP PKB.

“Target rasional kita tujuh kursi. Memang dari DPP ada target Kota Blitar harus 10 kursi, tetapi secara rasional kami mematok tujuh kursi,” kata Zainul.

PKB juga mulai memasang horizon politik berikutnya. Zainul menyebut partainya tetap menargetkan Mas Ibin melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua pada Pilkada 2030. Kemenangan Mas Ibin pada Pilkada 2024 dinilai menjadi catatan politik penting bagi PKB di Kota Blitar setelah era Reformasi.

Arah tersebut ditegaskan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur M. Subaidi Muchtar. Ia meminta struktur DPC, kader, hingga Fraksi PKB DPRD Kota Blitar mengawal pemerintahan dan memastikan program pembangunan Mas Ibin berjalan selama lima tahun kepemimpinannya.

“DPC PKB Kota Blitar dan seluruh fraksi di DPRD harus menyukseskan Mas Wali. Dalam lima tahun kerja, program-program beliau harus betul-betul disukseskan,” kata Subaidi.

Menurut Subaidi, Fraksi PKB di DPRD merupakan alat perjuangan partai dalam memastikan agenda pembangunan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, konsolidasi organisasi tidak berhenti pada kepentingan elektoral, tetapi juga harus diterjemahkan ke dalam kerja politik yang menopang pemerintahan.

“Fraksi di DPRD adalah alat perjuangan DPC. Karena itu, wajib hukumnya menyukseskan program pemerintah,” kata Subaidi.

Musancab pun menjadi titik awal dari pekerjaan panjang itu: memperkuat struktur, membuka ruang bagi generasi baru, sekaligus menjaga politik tetap berpijak pada kemaslahatan masyarakat.