Dua Perempuan Ditemukan Meninggal di Malang, Tetangga Curiga Gara-Gara Bau Menyengat
Reporter
Irsya Richa
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Aug - 2026, 05:32
JATIMTIMES - Bau menyengat dari sebuah rumah di Jalan Sampurno, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengungkap keberadaan dua perempuan yang ditemukan meninggal dunia. Kedua korban ditemukan warga pada Kamis (13/8/2026) sore.
Kedua korban masing-masing berinisial S.M. (54) dan M. (75), warga Kelurahan Cemorokandang. Keduanya ditemukan berada di dalam rumah yang dalam kondisi terkunci.
Baca Juga : Langkah Pembenahan Total SPPG di Kabupaten Magetan: Perbaikan IPAL hingga Keran Penyerapan Pangan Lokal
Penemuan tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang warga berinisial A.S. (51), yang rumahnya berada di depan lokasi kejadian, mencium bau menyengat dari arah rumah korban.
Selain bau, saksi juga melihat banyak lalat berterbangan di sekitar rumah. Merasa curiga, saksi kemudian berusaha mencari sumber bau tersebut yang ternyata berasal dari rumah korban.
Saksi mencoba membuka pintu rumah, namun seluruh pintu dalam kondisi terkunci. Ia kemudian mengintip melalui celah bagian bawah pintu samping dan melihat sepasang kaki tergeletak di lantai.
Di sekitar kaki tersebut, saksi juga melihat adanya cairan berwarna hitam. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu rumah.
Dengan bantuan seorang warga, pintu samping rumah akhirnya dibuka secara paksa. Setelah masuk, warga mendapati dua perempuan telah meninggal dunia di dalam rumah.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin membenarkan adanya penemuan dua jenazah perempuan tersebut, Jumat (14/8/2026).
“Benar, pada Kamis sore telah ditemukan dua orang perempuan meninggal dunia di sebuah rumah di wilayah Cemorokandang, Kedungkandang. Penemuan berawal dari saksi yang mencium bau menyengat dari arah rumah korban,” kata Lukman.
Menurut Lukman, setelah pintu rumah berhasil dibuka, warga meminta bantuan keluarga korban. Pelapor yang merupakan keluarga korban selanjutnya menghubungi Polsek Kedungkandang untuk dilakukan penanganan dan evakuasi.
Baca Juga : Kisah Gegara Segelas Khamar, Seorang Ahli Ibadah Terjerumus Zina hingga Pembunuhan
“Setelah mengetahui kondisi tersebut, saksi menghubungi keluarga korban. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian kepada petugas Polsek Kedungkandang untuk proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan pengamanan tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar Malang.
Lukman menyebut, berdasarkan keterangan sejumlah warga, korban M. diketahui telah lama mengalami sakit. Sementara korban S.M. disebut warga mengalami depresi.
Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian kedua korban. Pihak keluarga juga tidak berkenan dilakukan visum secara keseluruhan dan hanya mengizinkan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
“Keluarga korban tidak berkenan dilakukan visum secara keseluruhan dan hanya bersedia dilakukan visum luar,” tutup Lukman.
