400 Talenta Muda Unjuk Gigi Dalam Ajang Soekarno Cup, Tuan Rumah Jatim Akui Keunggulan Lawan

Editor

A Yahya

10 - Aug - 2026, 06:42

Laga pembuka Soekarno Cup di Stadion Gelora 10 November

JATIMTIMES - Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi dibuka di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8/2026) sore. Pembukaan berlangsung dengan atraksi drum band serta pertunjukan seni tradisional reog dan bantengan yang disaksikan ribuan warga masyarakat. 

Sebanyak 400 talenta muda dari 16 provinsi ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung pada 10-24 Agustus 2026 ini. Pertandingan digelar di tiga wilayah Jawa Timur; Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. 

Baca Juga : Pemprov Jatim Kebut Pemadaman Kebakaran Bromo, Siapkan Aturan Ketat untuk Wisatawan

Juru Bicara Soekarno Cup yang juga legenda Tim Nasional Indonesia, Anang Ma’ruf, mengatakan, turnamen usia muda memiliki arti penting dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia. “Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet,” ujar Anang. 

Menurut pemilik 31 penampilan bersama Timnas Indonesia tersebut, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya dengan mengasah kemampuan teknis. Pemain juga perlu ditempa melalui kompetisi agar terbiasa menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, bekerja sama, dan memiliki mental untuk terus berkembang. 

Semangat pembinaan tersebut terlihat sejak seremoni pembukaan Soekarno Cup. Saat defile kontingen berlangsung, drum band mengiringi perjalanan tim dengan memainkan musik tradisional khas dari provinsi masing-masing. 

“Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola,” lanjut Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun menambahkan. 

Selain drum band, pembukaan juga dimeriahkan pertunjukan seni tradisi banteng, jaranan, reyog dan tarian kontemporer. Kehadiran kesenian tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan unsur budaya dalam perhelatan olahraga generasi muda. 

“Menempatkan kesenian tradisional dalam pembukaan turnamen usia muda juga menjadi cara untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi yang tumbuh di tengah perkembangan zaman,” jelas Komarudin. 

Komarudin mengatakan, perpaduan olahraga dan budaya itu menjadi salah satu pesan utama pembukaan Soekarno Cup 2026. Generasi muda diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai atlet yang berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, rasa kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya bangsa. 

Bagi para pemain, Soekarno Cup U-17 2026 bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Kompetisi ini menjadi bagian dari proses panjang untuk menempa kemampuan, mental bertanding, disiplin, kerja sama, dan sportivitas. 

“Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara, berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air. Jadi selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah,” ujar pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand. 

Gema juga ikut dalam perhelatan Soekarno Cup 2025 di Bali. Turnamen ini telah digelar rutin sejak 2023 di Jakarta, 2025 di Bali, dan tahun ini di Jatim. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah mengatakan, keterlibatan 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola muda Indonesia yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang. 

“Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar. Kami ingin Soekarno Cup menjadi salah satu tempat mereka menemukan pengalaman, kepercayaan diri, dan mimpi untuk menjadi pemain yang lebih baik,” ujar Said. 

Sayangnya pada pertandingan pembuka tim tuan rumah sekaligus juara bertahan Banteng Jatim FC harus mengakui keunggulan tim tamu Banteng Jabar FC dengan skor telak 1-4. Laga digelar di Stadion Gelora 10 November, Kota Surabaya.