Tak Sekadar Meriah, Disparta Imbau Karnaval Bersih Desa di Kota Batu Tonjolkan Esensi Pelestarian Budaya

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

07 - Aug - 2026, 06:26

Persiapan dilakukan warga di salah satu desa saat hendak pawai budaya atau karnaval bersih desa beberapa waktu lalu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Maraknya perhelatan karnaval dan bersih desa di berbagai wilayah Kota Batu mendapat perhatian serius dari Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Pihak dinas mengimbau kepada seluruh panitia penyelenggara agar tidak hanya mengejar aspek kemeriahan semata, melainkan tetap mengedepankan esensi pelestarian kebudayaan lokal.

Hampir seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu memiliki tradisi tahunan bersih desa yang dikemas melalui pawai atau karnaval budaya. Momentum ini dinilai sangat potensial menjadi magnet wisatawan jika dikonsep dengan matang berbasis kearifan lokal.

Baca Juga : Benjamin DPRD Jatim Ingatkan Keterbatasan Anggaran Jangan Sampai Ganggu Layanan Kesehatan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan bahwa pesan utama dari pelaksanaan karnaval desa seharusnya bermuara pada pemajuan tradisi dan budaya yang dimiliki masing-masing wilayah.

"Karnaval di Kota Batu sangat kami harapkan lebih mendorong pelestarian kebudayaan, tidak hanya kepada bagaimana kemeriahannya saja. Kami sangat berharap unsur-unsur terkait pelestarian kebudayaan itu lebih diutamakan," ujar Onny Ardianto saat ditemui, belum lama ini.

Onny menjelaskan, tiap desa di Kota Batu pada dasarnya memiliki identitas dan potensi kebudayaan yang unik serta berbeda satu sama lain. Keragaman inilah yang semestinya diangkat menjadi tema utama pawai budaya.

Ada desa yang unggul dengan sentra kerajinan batik, potensi produk pertanian, hingga industri olahan pangan lokal seperti tempe. Keunggulan tematik inilah yang dinilai Onny akan membuat sajian karnaval jauh lebih bernilai dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

"Masing-masing desa itu sebenarnya punya tematik sendiri-sendiri, ada yang khas di batik, pertanian, tempe, dan lain-lain. Itu akan lebih bagus lagi ketika bisa diangkat di dalam momentum pawai budaya ini," terangnya.

Menjawab isu penggunaan sistem suara berdaya besar (sound horeg) yang sering memicu polemik saat karnaval, Onny menyebut hal tersebut berada dalam ranah teknis instansi penegak aturan dan kepolisian.

Baca Juga : Tumbuhkan Kepedulian Satwa sejak Dini, Siswa SMAN 1 Batu Diajak Interaksi Langsung dengan Reptil hingga Musang

"Kalau terkait dengan sound-nya tentu ada kebijakan dari SKPD lainnya seperti Satpol PP atau bahkan mungkin dari pihak kepolisian yang lebih pas," tuturnya sembari tersenyum.

Mengenai penerbitan izin maupun edaran resmi penggunaan jalan umum untuk kegiatan karnaval desa, Disparta Kota Batu terus melakukan koordinasi intensif bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, dan Polres Batu.

Dari sisi ketersediaan rekomendasi, Disparta Kota Batu memastikan hanya akan menerbitkan surat rekomendasi kegiatan apabila konsep acara yang diajukan panitia terbukti mengusung nilai-nilai kebudayaan lokal.

"Di kami memberikan rekomendasi sebatas kegiatan itu memang diutamakan untuk pelestarian kebudayaan. Sejauh ini sudah ada beberapa jadwal kegiatan bersih desa yang masuk ke data kami," pungkas Onny.