Perkuat Daya Saing Global, MAN 2 Kota Malang Dorong Siswa Bidik Kampus Luar Negeri
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
04 - Aug - 2026, 07:17
JATIMTIMES - Persaingan memasuki perguruan tinggi kelas dunia tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga sejauh mana peserta didik mengenal ekosistem pendidikan global sejak dini. Tantangan tersebut mendorong Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang terus memperluas akses informasi internasional bagi siswanya sebagai bagian dari strategi menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
Komitmen itu diwujudkan melalui keikutsertaan 37 siswa bersama tiga guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam UNSW Sydney Open Day 2026 yang digelar di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, belum lama ini. Bagi madrasah, forum tersebut bukan sekadar ajang mengenalkan universitas luar negeri, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami standar pendidikan internasional, peluang beasiswa, hingga kompetensi yang dibutuhkan agar mampu menembus kampus-kampus terbaik dunia.

Melalui kegiatan yang menghadirkan University of New South Wales (UNSW) Sydney, salah satu perguruan tinggi terbaik di Australia, para siswa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem pendidikan tinggi internasional. Mereka mendapatkan informasi mengenai pilihan program studi, mekanisme penerimaan mahasiswa asing, budaya akademik, kehidupan kampus, hingga prospek karier lulusan yang berkiprah di tingkat global.
Baca Juga : Sisir Persoalan Tanah di Jombang, DPRD Jatim Tegaskan Kepastian Hukum Aset Pemprov
Informasi tersebut diperkuat melalui paparan Country Director UNSW Indonesia, Nur Fatmah Syarbini, bersama Koordinator Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek, Ratna Prabandari. Keduanya menjelaskan berbagai jalur yang dapat ditempuh pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk berbagai skema pendanaan pendidikan yang kini semakin terbuka.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, para siswa juga mengikuti sesi konsultasi langsung (one-on-one) bersama akademisi UNSW. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mendiskusikan pemilihan jurusan, strategi mempersiapkan diri sejak di bangku sekolah, proses seleksi mahasiswa internasional, hingga prospek karier setelah lulus. Mereka juga mengikuti sosialisasi Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek dan LPDP yang mengulas persyaratan, mekanisme seleksi, serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar memiliki peluang lebih besar memperoleh beasiswa.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengatakan bahwa membuka akses terhadap pendidikan global merupakan investasi penting dalam membentuk karakter dan pola pikir peserta didik. Menurutnya, madrasah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menyiapkan generasi yang percaya diri bersaing di tingkat internasional.

"Kami ingin membuka cakrawala berpikir peserta didik bahwa kesempatan meraih pendidikan terbaik tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga di berbagai perguruan tinggi bereputasi dunia. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin termotivasi untuk melatih diri sejak dini, meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan berbahasa asing, serta berani menembus kampus-kampus internasional," ujarnya.
Guru BK MAN 2 Kota Malang, Endah Kurniawati, M.Pd., melihat antusiasme siswa selama kegiatan menjadi indikator meningkatnya kesadaran mereka terhadap pentingnya perencanaan pendidikan jangka panjang. Menurutnya, memperoleh informasi langsung dari perguruan tinggi dan penyelenggara beasiswa memberikan perspektif yang jauh lebih nyata dibanding hanya mengakses informasi melalui media digital.
"Selama kegiatan berlangsung, siswa sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya mengenai jurusan, peluang beasiswa, persyaratan masuk, hingga kehidupan siswa di Australia. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membantu mereka merencanakan studi lanjutan sesuai potensi dan cita-citanya," ungkapnya.
Baca Juga : FIP Unikama Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Dasar lewat Kolaborasi Akademik di Thailand
Pendamping kegiatan, Septian Adicaraka Subono, S.Pd., menambahkan bahwa tantangan pendidikan global saat ini tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga keberanian menetapkan target yang lebih tinggi. Menurutnya, pengalaman berdialog langsung dengan akademisi internasional menjadi bekal penting bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri dalam meraih kesempatan belajar di luar negeri.
"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga membangun keberanian untuk menetapkan target pendidikan yang lebih tinggi. Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk mempersiapkan diri secara matang dan mampu meraih berbagai peluang pendidikan di tingkat global," pungkasnya.
