Mensos Optimis Sekolah Rakyat Gresik Cetak Generasi Berkarakter dan Berkualitas

03 - Aug - 2026, 04:16

Mensos RI Saifullah Yusuf didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika mengajak para siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) untuk semangat dan beradaptasi di lingkungan baru, Senin 3 Agustus 2026.

JATIMTIMES – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik berjalan baik. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung SRT di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Senin (3/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik dr. Ummi Khoiroh. Selain melihat berbagai fasilitas sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare, ia juga berdialog dengan para siswa.

Baca Juga : Dua Mahasiswi Unisba Blitar Wakili Jawa Timur di PON Beladiri 2026, Mas Ibin Beri Dukungan Penuh

Saat ini, SRT Kabupaten Gresik menampung 405 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan, serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul meninjau pelaksanaan MPLS yang dipadukan dengan program Taruna Bakti. Program tersebut melibatkan personel TNI, Polri, dan para pendamping untuk membangun karakter siswa sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan.

"Kebersamaan itu penting untuk meningkatkan semangat gotong royong. Kami melihat pelaksanaan MPLS yang bersamaan dengan kegiatan Taruna Bakti. Sebelumnya kami telah memberangkatkan lebih dari 1.000 personel Taruna Bakti dari TNI, Polri, beserta seluruh pendampingnya," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, kehadiran personel TNI dan Polri bukan sekadar mendampingi kegiatan MPLS, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mereka akan membimbing dan memberikan keteladanan kepada siswa Sekolah Rakyat dalam penguatan kedisiplinan serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, baris-berbaris, menata tempat tidur, merawat barang pribadi, hingga membiasakan hidup tertib dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran setiap hari," jelasnya.

Ia mengungkapkan, proses adaptasi di sekolah permanen sejauh ini berjalan lancar meski seluruh pihak masih menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sistem pembelajaran yang baru.

"Alhamdulillah, seluruh MPLS di titik-titik Sekolah Rakyat yang telah disiapkan berjalan dengan baik. Memang ada tantangan pada tahap awal karena semua pihak masih saling beradaptasi," katanya.

Dengan fasilitas yang telah tersedia, Gus Ipul optimistis proses pembelajaran di Sekolah Rakyat dapat berlangsung lebih optimal.

Baca Juga : Cahyo DPRD Jatim Ungkap Potensi Besar KBS: Dari Pusat Edukasi Hingga Penggerak Ekonomi

"Guru-gurunya beradaptasi, anak-anaknya juga beradaptasi dengan gedung permanen yang fasilitasnya cukup lengkap. Kami berharap seluruh sarana ini benar-benar dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas," tambahnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan. Sebagian dari mereka merupakan anak putus sekolah, bahkan ada yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal.

"Mereka adalah anak-anak istimewa yang masuk ke Sekolah Rakyat melalui proses penjangkauan. Karena itu, mereka harus mendapatkan layanan pendidikan terbaik," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menyampaikan arahan Presiden RI agar siswa, khususnya jenjang SD, tetap memperoleh dukungan emosional dari keluarga selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Anak-anak usia SD masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua. Karena itu, Bapak Presiden meminta kami memfasilitasi pertemuan antara orang tua dan siswa Sekolah Rakyat kapan pun diperlukan. Orang tua tetap dapat bertemu dengan anak-anaknya ketika dibutuhkan," pungkasnya.