Temui Warga PSHT Malang, Puguh DPRD Jatim Kawal Aspirasi Venue Olahraga dan Fasilitas Atlet

30 - Jul - 2026, 07:19

Kegiatan reses Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMES – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Puguh Wiji Pamungkas, berkomitmen mengawal pemenuhan infrastruktur keolahragaan dan fasilitas bagi para atlet di Jatim. Komitmen tersebut ditegaskan usai menggelar agenda Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Tahun 2026 bersama jajaran pengurus dan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Malang belum lama ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat dan antusias tersebut, Puguh menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu "Kawah Candradimuka" bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi, khususnya di cabang olahraga pencak silat. Menurutnya, pengembangan olahraga tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi generasi muda.

Baca Juga : Yordan DPRD Jatim Kawal Wirausaha Pemuda hingga Program PKK di Surabaya

"Hadir pengurus PSHT Kota Malang lengkap dan warga sangat antusias. Salah satu yang menjadi aspirasi utama mereka adalah terkait infrastruktur keolahragaan, termasuk usulan penyediaan venue untuk beberapa cabang olahraga, seperti sepatu roda yang saat ini belum ada di Kota Malang," ujar Puguh, dikonfirmasi Kamis (30/7/2026).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini menegaskan akan memperjuangkan penguatan fasilitas latihan bagi PSHT Kota Malang guna mendukung proses pembinaan dan mencetak atlet-atlet berbakat yang siap mengharumkan nama Jatim di kancah nasional maupun internasional.

Selain infrastruktur keolahragaan, dialog reses tersebut juga menyerap aspirasi terkait isu pendidikan. Warga PSHT mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru demi menunjang kelancaran dan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.

Di sisi lain, perbincangan juga menyoroti fenomena kemacetan lalu lintas di Kota Malang yang kian mengkhawatirkan. Menurut Puguh, tingginya mobilitas harian—mulai dari pelajar, pekerja, wisatawan saat akhir pekan, hingga keberadaan sekitar 350 ribu mahasiswa—membuat beban jalan di Kota Malang semakin berat.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Puguh mendorong pemerintah untuk memprioritaskan refocusing kebijakan dan anggaran yang berorientasi pada penguatan sistem transportasi publik.

Baca Juga : Kurangi Sampah Plastik, KAI Daop 8 Surabaya Sediakan Air Minum Gratis di 6 Stasiun

"Pemerintah harus fokus pada arah kebijakan untuk mengurai kemacetan ini melalui penguatan transportasi publik. Pada tahun 2022, saya sempat menggagas 'Angkot Halokes' atau angkot sekolah, karena mobilitas anak sekolah menjadi salah satu penyumbang kemacetan terbesar di hari kerja," jelasnya.

Menutup keterangannya, legislator asal Dapil Malang Raya ini menyambut positif seluruh masukan konstruktif yang disampaikan warga PSHT Kota Malang. Ia memastikan seluruh poin aspirasi tersebut akan dibawa ke gedung parlemen Jatim untuk diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan daerah.