Miris! SD di Panggungrejo Blitar Hanya Punya 3 Ruang Kelas untuk 6 Jenjang, Bangunannya Bahkan Miring

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

23 - Jul - 2026, 02:23

Tampak satu ruang kelas disekat menggunakan papan agar bisa dipakai untuk dua jenjang. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi SD Negeri 3 Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, viral di media sosial. Sekolah itu disebut hanya memiliki tiga ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar enam jenjang kelas.

Video itu diunggah oleh kreator konten  Mahira Diffa Rahma melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Mahira memperlihatkan kondisi sekolah yang berada tak jauh dari Pantai Peh Pulo itu.

Baca Juga : Sekolah Nasional Terintegrasi di Jatim Bakal Dibangun di Kabupaten Malang

"Indonesia adalah kota Jakarta, Surabaya, atau kota-kota besar lainnya. Blitar juga adalah bagian dari Indonesia. Hari ini saya sedang berada di SDN 3 Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar," ujar Mahira dalam videonya.

Momen konten kreator Mahira bersama dengan para siswa di SD Kabupaten Blitar. (Foto: Instagram)

Momen kreator  konten  Mahira bersama dengan para siswa di salah satu SD di Kabupaten Blitar. (Foto: Instagram)

Mahira kemudian menunjukkan bangunan sekolah yang disebut hanya memiliki tiga ruang kelas.

"Teman-teman bisa dilihat di belakang saya saat ini. Ini adalah gedung SD di sini yang ada tiga ruang kelas saja. Jadi, kalau kita masuk ke dalam, bisa dibayangkan, satu ruang kelas digunakan untuk dua kelas kegiatan belajar-mengajar," katanya.

Tak hanya keterbatasan ruang kelas, Mahira juga menyoroti kondisi bangunan sekolah yang berada di kawasan dengan jenis tanah bergerak karena lokasinya berdekatan dengan Pantai Peh Pulo.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat bangunan sekolah tampak miring dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik apabila terjadi bencana.

"Bisa dilihat, teman-teman, letak dari bangunan sekolah ini sangat dekat dengan Pantai Peh Pulo. Jenis tanahnya itu tanah bergerak. Posisi bangunan yang ada di sekolah ini juga miring. Bisa dibayangkanlah kalau misal terjadi bencana sangat rawan sekali, membahayakan anak-anak dan juga guru-guru yang ada di sini," ujarnya.

Mahira mengungkapkan, pihak sekolah disebut sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan ruang kelas kepada pemerintah daerah.

"Padahal sekolah ini sudah tiga kali mengajukan proposal ke pemerintah daerah setempat agar mendapatkan fasilitas ruangan yang layak, aman, dan nyaman untuk digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Namun pada kenyataannya, sampai per hari ini belum ada tindak lanjut," katanya.

Baca Juga : Wujud Nyata Lestarikan Alam, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Lepaskan Tukik ke Laut

Meski jumlah siswa di sekolah tersebut hanya sekitar 34 orang, Mahira menilai mereka tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.

"Ya memang teman-teman jumlah siswa yang ada di sini 34, tapi bukankah mereka memiliki kesempatan dan hak yang sama mendapatkan fasilitas belajar yang layak, aman dan nyaman?" ucapnya.

Setelah videonya ramai diperbincangkan, Mahira mengaku mendapat banyak dukungan dari masyarakat, media, hingga berbagai komunitas yang berharap kondisi sekolah tersebut segera mendapat perhatian.

"Alhamdulillah, video mengenai kondisi SDN 3 Sumbersih telah mendapat perhatian luas dari masyarakat. Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah menawarkan wawancara untuk membantu menyuarakan juga, orang-orang baik yang telah memberikan informasi terkait akses agar segera ada tindak lanjut, serta komunitas dan organisasi yang turut memberikan atensi. Semoga ini menjadi jalan agar segera ada tindak lanjut," tulis Mahira.

Mahira juga menyampaikan pesan dari pihak sekolah. Menurut dia, sekolah untuk sementara memilih tidak memberikan wawancara kepada media dan menunggu langkah dari pemerintah daerah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

"Untuk saat ini, pihak sekolah memilih menunggu langkah dari pemerintah daerah dan belum berkenan menerima wawancara media agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Saya menghargai keputusan tersebut. Sejak awal, tujuan saya sama sekali bukan untuk membuat isu ini ramai, tidak lain tujuan saya agar kondisi yang ada dapat diketahui dan mendapat solusi dari pihak yang berwenang," tulisnya.

Video tersebut kini terus beredar di media sosial dan mengundang perhatian warganet. Banyak yang berharap kondisi SDN 3 Sumbersih segera mendapat penanganan sehingga para siswa dapat belajar di ruang kelas yang lebih aman, nyaman, dan layak.