Dinilai Komitmen Pada Qanun Asasi, Gus Kikin Didorong Maju Calon Ketua PBNU oleh PWNU Jatim
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Dede Nana
21 - Jul - 2026, 05:41
JATIMTIMES - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menugaskan Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU mendatang di Jombang.
Keputusan ini disampaikan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir atau Kiai Matin. Menurutnya, penugasan kepada Gus Kikin merupakan keputusan resmi organisasi yang dihasilkan melalui serangkaian rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jatim.
"PWNU Jawa Timur menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz untuk menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode Muktamar ke-35. Ini murni kehendak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, bukan kehendak pribadi maupun pihak lain," ujarnya saat konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026).
Kiai Matin melanjutkan keputusan tersebut telah dibahas dalam dua hingga tiga kali rapat harian, bahkan dibentuk tim kecil untuk mematangkan pembahasan sebelum akhirnya disepakati secara bulat.
"Ini bukan keinginan Kiai Abdul Hakim Mahfudz. Kami mengajak beliau berdiskusi apakah siap atau tidak. Alhamdulillah beliau siap setelah melalui berbagai pembahasan," katanya.
Setelah keputusan internal PWNU Jatim diambil, pengurus kemudian mengundang seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim untuk menyampaikan hasil keputusan tersebut. "Alhamdulillah, PCNU se-Jawa Timur sepakat bersama PWNU dalam satu barisan mengusung Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar nanti," katanya.
Kiai Matin mengatakan, alasan pertama ialah Gus Kikin berkomitment mengembalikan jam'iyah NU berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.
"Beliau ingin mengembalikan NU berpedoman pada Qanun Asasi sebagaimana dirumuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari sebagai pedoman utama berjamaah," tegasnya.
Selain itu, PWNU Jatim menilai Gus Kikin memiliki visi membangun tata kelola organisasi yang teduh, tidak gaduh, serta mengedepankan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah nahdliyah agar NU tetap solid dan program organisasi dapat berjalan secara terukur.
Pertimbangan lainnya adalah pengalaman panjang Gus Kikin dalam memimpin berbagai organisasi. Menurut Kiai Matin, Gus Kikin memiliki rekam jejak di dunia usaha, pesantren, jam'iyah, hingga pernah menjabat Ketua PBNU dan kini memimpin PWNU Jawa Timur. Ia juga telah mengikuti kaderisasi yang menjadi salah satu persyaratan kepemimpinan di NU.
PWNU Jatim juga menilai latar belakang ekonomi Gus Kikin menjadi nilai tambah. Menurut Kiai Matin, Gus Kikin telah mapan secara ekonomi sehingga orientasi kepemimpinannya bukan untuk memperoleh keuntungan dari organisasi, melainkan mengembangkan NU.
"Beliau ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama, bukan hidup dari NU. Secara ekonomi beliau sudah purna, sehingga dapat fokus membesarkan NU, baik secara sosial maupun ekonomi," ungkap Kiai Matin.
Selain menyampaikan dukungan kepada Gus Kikin, PWNU Jatim juga mengajak seluruh PCNU di Jatim mengawal hasil-hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang sebelumnya telah menghasilkan sejumlah usulan dari Jatim..
