KKN Unikama 2026 Libatkan 618 Mahasiswa, Fokus Hadirkan Solusi Nyata bagi Pembangunan Desa
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
21 - Jul - 2026, 05:14
JATIMTIMES – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menegaskan orientasi baru pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dengan menempatkan kebermanfaatan program sebagai tolok ukur utama. Sebanyak 618 mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa dibekali agar mampu menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan KKN Terintegrasi Berdampak yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Juli 2026, di Sarwakirti. Pembekalan menjadi tahap penting sebelum mahasiswa menjalankan pengabdian di lapangan.
Baca Juga : Instrumen Penguatan ZI, Monitoring SPIP di MIN 2 Kota Malang Bedah Tata Kelola hingga Manajemen BMN
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

"Yang kami harapkan bukan banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bermanfaat, dan memberikan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, dinamika desa saat ini menghadirkan banyak ruang bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu untuk berkolaborasi. Melalui observasi, dialog dengan pemerintah desa, serta pemetaan persoalan di lapangan, mahasiswa didorong menghadirkan solusi pada berbagai sektor, mulai pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga digitalisasi pelayanan desa.
Rektor juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal dinilai menjadi fondasi agar program yang dijalankan dapat diterima dan terus berkembang setelah masa KKN selesai.
Sementara itu, Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) Unikama, Prof. Dr. Mujiono, M.Pd., menjelaskan KKN tahun ini mengangkat tema "Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi."
Tema tersebut dirancang sebagai bentuk penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui pengabdian yang terintegrasi dengan potensi lokal, inovasi, serta partisipasi masyarakat.
"KKN Terintegrasi Berdampak kami selenggarakan untuk mendukung transformasi desa berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat yang terintegrasi," kata Prof. Mujiono.
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN disusun berdasarkan lima pilar utama, yakni pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan sektor lingkungan dan kesehatan.
Kelima pilar tersebut diperkuat melalui program unggulan digitalisasi desa yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi.
Pada KKN 2026, Unikama menerjunkan 618 mahasiswa yang terdiri atas 488 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa kelas karyawan, dan 27 mahasiswa peserta skema free form. Selain itu, Unikama juga mengirimkan mahasiswa dalam program International Service yang difasilitasi Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM), sebagai bagian dari penguatan jejaring pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mampu membangun kolaborasi bersama masyarakat sehingga program yang dijalankan memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan desa.
