Antisipasi Kemacetan Pantura, Bondowoso Usulkan Tol Prosiwangi Dibuka Sementara
Reporter
Abror Rosi
Editor
Dede Nana
11 - Jul - 2026, 05:25
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Prosiwangi) seksi Probolinggo–Besuki difungsikan sementara sebagai jalur alternatif selama berlangsungnya pekerjaan perbaikan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid melalui surat bernomor 550/216/430/2026 tertanggal 9 Juli 2026 yang ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Timur, serta Direktur Utama PT Jasa Marga sebagai bentuk koordinasi lintas instansi.
Baca Juga : Jago Cari_Aman Biar Happy, Keselamatan Berkendara Dimulai dari Diri Sendiri
Pengajuan ini menyusul dimulainya proyek rehabilitasi jembatan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, serta perbaikan gorong-gorong di ruas Tampora–Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Dua pekerjaan tersebut diperkirakan akan mengurangi kapasitas jalan nasional sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di jalur Pantura yang selama ini menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan Tapal Kuda.
Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid menilai pembukaan sementara Tol Prosiwangi menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak kemacetan selama proyek berlangsung. "Dua proyek tersebut diperkirakan memicu perlambatan arus lalu lintas hingga antrean panjang kendaraan di koridor Jalan Nasional Pantura yang setiap hari menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Melalui usulan tersebut, Pemkab Bondowoso berharap kendaraan yang melintas memiliki pilihan jalur alternatif sehingga beban lalu lintas tidak sepenuhnya terkonsentrasi di ruas jalan nasional yang sedang mengalami perbaikan.
Menurut Hamid, langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan strategi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk mempertahankan tingkat pelayanan jalan atau Level of Service (LoS) selama masa konstruksi.
Ia menjelaskan, pemanfaatan sementara jalan tol diyakini mampu menjaga kelancaran distribusi barang, mengurangi kepadatan kendaraan, mempercepat waktu tempuh perjalanan, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun pekerja proyek dengan memisahkan arus kendaraan dari area pekerjaan konstruksi.
Baca Juga : Karnaval Mojorejo Digelar, Polisi Sarankan Pengendara Lewati Jalur Alternatif ke Kota Batu
"Pembukaan sementara akses Tol Prosiwangi dipandang perlu untuk meminimalkan dampak kemacetan akibat penyempitan maupun penutupan sebagian jalur di lokasi pekerjaan," tegasnya.
Pemkab Bondowoso berharap pemerintah pusat segera memberikan persetujuan sehingga rekayasa lalu lintas dapat diterapkan sebelum volume kendaraan di jalur Pantura semakin meningkat. Kelancaran arus di koridor tersebut dinilai sangat penting karena menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Dorongan untuk membuka sementara Tol Prosiwangi tidak hanya datang dari Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo yang juga terdampak proyek perbaikan infrastruktur di jalur Pantura dikabarkan telah mengajukan permohonan serupa kepada pemerintah pusat. Dengan demikian, pemanfaatan sementara ruas tol tersebut diharapkan menjadi solusi bersama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas hingga seluruh pekerjaan konstruksi selesai.
