Wabup Gresik Lepas 200 Mahasiswa KKN, Diminta Bawa Solusi Nyata untuk Desa
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
Dede Nana
06 - Jul - 2026, 03:33
JATIMTIMES - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas 200 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik Tahun 2026 yang akan diterjunkan ke 16 desa di Kecamatan Cerme. Para mahasiswa diminta tidak sekadar menjalankan program akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Pelepasan dan pembekalan mahasiswa KKN berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (6/7). Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Gresik Rian Pramana Suwanda, jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik, Camat Cerme, kepala desa lokasi KKN, serta dosen pembimbing lapangan.
Baca Juga : Urai Sumbatan Link and Match: Menjawab Tantangan Pengangguran SMK Lewat Intervensi Kurikulum Industri
Dalam arahannya, Wabup Alif menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengalaman di lapangan akan memberikan pemahaman yang tidak diperoleh selama proses perkuliahan.
"Kalian akan belajar banyak hal di masyarakat, mulai dari budaya, kondisi sosial, ekonomi hingga lingkungan. Yang paling penting adalah belajar mendengarkan masyarakat dan memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan," ujarnya.
Lebih dari itu, Wabup berharap hasil KKN tidak berhenti sebagai laporan akademik. Mahasiswa didorong mampu memetakan persoalan di desa dan menyusun rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Kami berharap hasil KKN ini tidak berhenti sebagai laporan akademik. Jadikan pengalaman selama di desa sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi yang bisa membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat," tegasnya.
Menurut Alif, KKN juga menjadi wahana membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, serta meningkatkan kepedulian sosial mahasiswa. Seorang pemimpin, kata dia, harus terlebih dahulu mampu menjadi bagian dari tim yang bekerja bersama masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Gresik Rian Pramana Suwanda menjelaskan, Kecamatan Cerme dipilih sebagai lokasi KKN karena memiliki potensi besar di sektor pertanian sekaligus menghadapi tantangan pembangunan, terutama ancaman banjir Kali Lamong yang rutin melanda sejumlah wilayah.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diharapkan membantu program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga ikut memikirkan solusi terhadap dampak pascabanjir yang kerap memunculkan berbagai persoalan kesehatan.
Baca Juga : Golkar Jatim Sambangi Bawean, Ali Mufthi: Aspirasi Masyarakat Pulau Akan Terus Kami Perjuangkan
"Salah satu ancaman di wilayah Cerme adalah banjir Kali Lamong. Yang juga perlu menjadi perhatian adalah second disaster, yakni dampak setelah banjir seperti munculnya berbagai penyakit. Ini bisa menjadi salah satu fokus pengabdian mahasiswa selama KKN," jelasnya.
Ia menambahkan, para mahasiswa diharapkan dapat membantu pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunan yang selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Gresik, sekaligus melakukan pemetaan persoalan masyarakat, mulai dari mitigasi bencana hingga peningkatan kesehatan lingkungan.
"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Kami ingin mahasiswa benar-benar hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Gresik," katanya.
Rian juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik almamater, menghormati kearifan lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Sebanyak 200 mahasiswa Universitas Gresik dijadwalkan melaksanakan KKN mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026. Selama hampir satu bulan, mereka akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di 16 desa di Kecamatan Cerme yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa.
