Gempa Bumi Tektonik di Pacitan Turut Dirasakan hingga Malang, Warga: Terasa Horeg
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Dede Nana
27 - Jun - 2026, 07:32
JATIMTIMES - Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Sabtu (27/6/2026). Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik yang memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 tersebut juga turut dirasakan di sejumlah wilayah termasuk di Malang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JatimTIMES, gempa bumi tektonik yang turut dirasakan hingga wilayah Malang tersebut juga terasa di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Warga mengaku merasakan getaran gempa yang cukup besar.
Baca Juga : Gempa Pacitan M 5,3 Terasa hingga Yogyakarta, BMKG Ungkap Penyebabnya
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan adanya dampak kerusakan akibat gempa tersebut. "Gempanya cukup terasa, bahkan waktu istirahat tidur siang masih terasa horeg," ujar para warga di Kecamatan Kepanjen kepada JatimTIMES.
Ketika dikonfirmasi, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menuturkan, berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan dengan beberapa skala intensitas. Sedangkan yang turut dirasakan di wilayah Malang tersebut memiliki skala II MMI (Modified Mercalli Intensity).
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, itu yang dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, dan Jember," bebernya.
Selain pada sejumlah wilayah tersebut, disampaikan Ricko, gempa bumi juga turut dirasakan di Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, Blitar. Yakni dengan skala III MMI.
"Gempa yang dirasakan berupa getaran yang terasa nyata pada dalam rumah, terasa getaran yang seakan-akan ada truk berlalu," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan, gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Pacitan tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 14:47 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 53 kilometer (km).
Sementara untuk episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.05° LS; 111.11° BT. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Tenggara Pacitan. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Ricko.
Baca Juga : Gempa M 5,6 Guncang Tenggara Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, disampaikan Ricko, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal. Yakni akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," imbuhnya.
Ricko menyebut, hingga saat ini BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pihak terkait termasuk masyarakat. "Imbauan kepada masyarakat untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," imbaunya.
BMKG juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," pungkasnya.
