Pelajaran dari Kisah Harut dan Marut, Ketika Manusia Diuji dengan Godaan Sihir

23 - Jun - 2026, 10:04

Ilustrasi dua malaikat yang turun ke bumi menguji manusia (ist)

JATIMTIMES - Di tengah berkembangnya praktik sihir di Babilonia pada masa lampau, Allah SWT menghadirkan sebuah ujian yang menjadi pelajaran besar bagi manusia hingga hari ini. Ujian itu terkait dengan dua malaikat yang disebut secara langsung dalam Al-Qur'an, yakni Harut dan Marut.

Kisah keduanya termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 102. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Harut dan Marut berada di negeri Babilonia bukan untuk menyebarkan kesesatan, melainkan sebagai sarana ujian bagi manusia yang kala itu tengah terpengaruh oleh praktik sihir yang marak berkembang.

Baca Juga : SPMB SMP Jalur Prestasi Dibuka Hari Ini, Calon Siswa dan Wali Wajib Cermati Syaratnya

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu), maka janganlah kamu kufur." (QS Al-Baqarah: 102).

Pesan itu selalu disampaikan Harut dan Marut kepada siapa pun yang datang kepada mereka. Peringatan tersebut menunjukkan bahwa ilmu sihir bukanlah sesuatu yang boleh dipelajari ataupun digunakan, karena dapat menyeret seseorang kepada kekafiran dan kerusakan.

Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, ulama dan mufasir Sayyid Qutb menjelaskan bahwa Al-Qur'an secara tegas membantah anggapan yang berkembang di kalangan sebagian Bani Israil bahwa sihir berasal dari Allah SWT melalui Harut dan Marut. Menurutnya, kedua malaikat itu justru dihadirkan sebagai ujian yang mengungkap siapa saja yang taat kepada perintah Allah dan siapa yang memilih jalan kesesatan.

"Al-Qur'an menafikan bahwa sihir diturunkan Allah kepada Harut dan Marut. Keduanya hadir sebagai fitnah atau ujian bagi manusia," tulis Sayyid Qutb dalam tafsirnya.

Pada masa itu, sebagian orang tetap mempelajari sihir meski telah diperingatkan berulang kali. Mereka memanfaatkan ilmu tersebut untuk menimbulkan kerusakan, bahkan hingga memisahkan hubungan suami dan istri. Namun Al-Qur'an menegaskan bahwa sihir tidak akan mampu memberikan mudarat kepada siapa pun kecuali atas izin Allah SWT.

Kisah ini juga sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW mengenai bahaya sihir. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Baca Juga : Isi Liburan Dispendik Surabaya Ajak Siswa dengan Pengalaman Baru dan Ingatkan Patuhi Jam Malam 

"Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan." Para sahabat bertanya, "Apa saja itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukmin yang terjaga kehormatannya berbuat zina."

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sihir termasuk dosa besar yang sangat berbahaya dalam pandangan Islam. Karena itu, keberadaan Harut dan Marut tidak dapat dipahami sebagai pengajaran keburukan, melainkan sebagai bentuk ujian yang membedakan antara orang yang patuh kepada perintah Allah dan mereka yang mengikuti hawa nafsunya.

Dari kisah Harut dan Marut, Al-Qur'an mengajarkan bahwa manusia sering kali tergoda oleh sesuatu yang tampak memiliki kekuatan luar biasa. Padahal, tidak semua pengetahuan membawa manfaat. Sebagian justru dapat menjerumuskan pelakunya kepada kerugian dunia dan akhirat.

Pelajaran terpenting dari kisah ini adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi berada dalam kekuasaan Allah SWT. Tidak ada sihir, kekuatan gaib, ataupun tipu daya manusia yang mampu memberi manfaat maupun mudarat tanpa izin-Nya. Karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk memperkuat keimanan, menjauhi praktik sihir, dan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan.