3 Mie Instan dengan Natrium Tertinggi: Bikin Cepat Haus hingga Sebabkan Hipertensi
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
22 - Jun - 2026, 06:59
JATIMTIMES - Mie instan masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Praktis, murah, mudah ditemukan, dan memiliki banyak pilihan rasa membuat makanan ini digemari hampir semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi mie instan terbesar di dunia. Berdasarkan data World Instant Noodles Association (WINA), Indonesia menempati posisi kedua setelah China dengan konsumsi mencapai puluhan miliar bungkus setiap tahun.
Baca Juga : Pemadaman Listrik Masih Terjadi? Begini Cara Cek Jadwal dan Info Gangguan PLN
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang diolah Lokadata bahkan menunjukkan sekitar 92 persen atau setara 248,7 juta penduduk Indonesia pernah mengonsumsi mie instan.
Namun di balik kepraktisannya, terdapat kandungan natrium yang cukup tinggi pada sejumlah produk mie instan. Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan garam tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Ahli gizi Mutiara Adha melalui akun Instagram pribadinya membagikan daftar mie instan dengan kandungan natrium tertinggi yang pernah ia temukan.
"Ini rekor mie instan yang natriumnya tinggi. Disclaimer dulu ya, ini mie instan yang aku lihat. Kalau ada yang natriumnya lebih tinggi lagi, kalian tulis di kolom komentar. Soalnya kalau makan yang tinggi-tinggi garam ini bisa bikin cepat haus, muka bengap, dan meningkatkan risiko hipertensi," ujarnya.
Mutiara juga mengingatkan bahwa batas maksimal asupan natrium harian orang dewasa umumnya sekitar 2.000 miligram per hari.
"Oh iya, batas maksimal asupan natrium harian itu sekitar 2000mg. Jadi kalau udah makan sekitar 1300 dari mie instan aja itu kayak udah banyak banget," katanya.
1. Shin Ramyun, Natriumnya Tembus 2.400 mg
Posisi pertama ditempati Shin Ramyun dengan kandungan natrium mencapai 2.400 miligram dalam satu bungkus.
Menurut Mutiara, angka tersebut sering kali tidak disadari konsumen karena pada label gizi tertulis sekitar 1.200 miligram per sajian.
"Nomor 1, ini yang paling tinggi. Satu bungkusnya 2400mg, Sin Ramyon. Ini kalau lihat nutrition fact-nya kayak, oh 1200. Tapi ternyata ini tuh buat 2 sajian, buat 2 orang," ujarnya.
Artinya, jika satu bungkus dihabiskan sendiri, jumlah natrium yang masuk ke tubuh bahkan sudah melampaui batas asupan harian yang dianjurkan.
2. Tori Miso, Natrium Capai 1.390 mg
Di posisi kedua terdapat Tori Miso dengan kandungan natrium mencapai 1.390 miligram per bungkus.
Meski tidak setinggi Shin Ramyun, jumlah tersebut tetap tergolong besar karena sudah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan maksimal natrium harian.
"Di atasnya masih ada lagi nih, Tori Miso. Satu bungkus 1390, padahal praktis ya. Kalau kata aku jangan sering-sering deh," kata Mutiara.
3. Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa, 1.350 mg Natrium
Posisi ketiga ditempati Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa dengan kandungan natrium sekitar 1.350 miligram per bungkus.
"Nomor 3, Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa. Natriumnya 1350," ungkapnya.
Baca Juga : Pacari Perempuan Indonesia lewat Medsos, WNA Afrika Tipu Korban hingga Ratusan Juta
Jumlah tersebut juga sudah menyumbang lebih dari setengah batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan.
Kenapa Natrium Berlebih Perlu Diwaspadai?
Dosen sekaligus ahli gizi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, sebelumnya menjelaskan bahwa konsumsi mie instan berlebihan memang perlu mendapat perhatian, terutama pada anak-anak dan remaja.
Berdasarkan data Riskesdas 2018, kebiasaan mengonsumsi mie instan masih cukup tinggi di berbagai kelompok usia. Pada kelompok usia 10-14 tahun, sebanyak 11,6 persen tercatat mengonsumsi mie instan setidaknya satu kali per hari, sementara 68,3 persen mengonsumsinya 1-6 kali per minggu.
Sedangkan pada kelompok usia 15-19 tahun, sebanyak 11,2 persen mengonsumsi mie instan minimal satu kali per hari dan 67,6 persen mengonsumsinya 1-6 kali per minggu.
Tri menyebut mie instan belum memenuhi prinsip gizi seimbang karena umumnya tinggi karbohidrat, lemak, dan natrium, tetapi rendah serat serta protein.
"Seringkali kita menemukan mie instan dijadikan solusi untuk mengatasi anak-anak yang sulit makan, padahal jika pemberian mie instan dibiasakan terhadap anak-anak mereka akan merasa ketagihan," ujar Tri, dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Senin (22/6/2026).
Menurut Tri, kandungan MSG dan natrium yang tinggi dapat membuat seseorang terbiasa mengonsumsi makanan dengan cita rasa gurih berlebihan sehingga kurang menyukai makanan sehat seperti sayuran.
Selain itu, konsumsi mie instan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko obesitas, kenaikan kadar gula darah, hingga tekanan darah tinggi.
"Konsumsi mie instan yang berlebih dapat menyebabkan munculnya penyakit degeneratif misalnya diabetes melitus dan tekanan darah tinggi," tegasnya.
Cara Lebih Sehat Mengonsumsi Mie Instan
Meski demikian, bukan berarti mie instan harus dihindari sepenuhnya. Tri menyarankan agar masyarakat mengonsumsinya secara bijak dan tidak terlalu sering.
Untuk meningkatkan nilai gizinya, mie instan dapat dipadukan dengan berbagai bahan makanan lain seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, maupun sayuran segar.
"Penambahan telur dan sayuran segar pada setiap penyajian mie instan untuk memperkaya nilai gizi mie instan. Hal ini dikarenakan karena pada dasarnya mie instan tinggi akan kalori, natrium dan lemak namun kadar protein dan serat cenderung kurang sehingga dapat digolongkan makanan yang kurang gizi," pungkas Tri.
Karena itu, sebelum menyantap mie instan favorit, tak ada salahnya melihat kembali informasi nilai gizi pada kemasan. Semakin tinggi kandungan natriumnya, semakin bijak pula frekuensi konsumsinya agar kesehatan tetap terjaga. Semoga informasi ini membantu ya.
