Belajar sambil Membangun Desa, Mahasiswa UIBU Dilatih Kembangkan Ekonomi Kreatif
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
20 - Jun - 2026, 09:05
JATIMTIMES - Perguruan tinggi didorong tak lagi hanya mencetak lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan melalui program Parkerif (Pariwisata dan Kerja Kreatif) Berdampak dari Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) dengan menerjunkan mahasiswa ke desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selama empat hari, 17-20 Juni 2026, mahasiswa mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan berkolaborasi langsung bersama pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif serta sektor pariwisata.
Baca Juga : Ini Posisi Lemari Pakaian yang Diyakini Membawa Energi Baik
Salah satu lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan adalah Desa Wisata Kerajinan UMKM Gamplong. Di kawasan tersebut, mahasiswa melakukan pemetaan potensi desa, menyusun gagasan pengembangan usaha, sekaligus mempelajari strategi memperkuat daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat.
Tak hanya mendalami pengembangan usaha kerajinan rumahan, peserta juga belajar mengenai tata kelola desa wisata, pengembangan produk kreatif, strategi promosi destinasi, hingga membangun jejaring kolaborasi antara kampus, pelaku usaha, dan masyarakat.
Rektor Universitas Insan Budi Utomo Dr Nurcholis Sunuyeko MSi menilai pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sekaligus kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. "Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas. Mereka perlu hadir di lapangan untuk memahami potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat, kemudian mengembangkan gagasan serta solusi melalui kolaborasi. Program Parkerif menjadi ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Nurcholis.
Menurut dia, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata membutuhkan sinergi berbagai pihak agar potensi yang dimiliki desa dapat terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga : Terjadi 25 Kebakaran di Malang pada Triwulan Pertama 2026, Didominasi Korsleting Listrik
"Desa wisata memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra kolaboratif dalam memperkuat inovasi, promosi, dan pengembangan usaha masyarakat. Pada saat yang sama, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang akan menjadi bekal penting dalam membangun jiwa kewirausahaan dan menghadapi dunia profesional," tambahnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Selain mengasah kemampuan berpikir kreatif dan berkolaborasi lintas sektor, mahasiswa juga didorong memahami dinamika sosial dan ekonomi di tingkat desa, sehingga mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi pengembangan potensi lokal.
