IJTI Jombang Ajari Siswa Jadi Jurnalis Sekolah
Reporter
Adi Rosul
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Jun - 2026, 10:14
JATIMTIMES - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jombang menggelar pelatihan jurnalistik di SMPN 4 Jombang. Pelatihan ini diberikan agar para siswa bisa menjalani kerja jurnalis di lingkungan sekolah.
Anggota IJTI Jombang Adi Rosul mengatakan, pelatihan jurnalistik digelar 2 hari dimulai Kamis (18/06/2026). Hari pertama disampaikan sejumlah materi yang diisi oleh seluruh anggota IJTI Jombang.
Baca Juga : Fraksi PDI-P DPRD Lamongan Dorong Evaluasi atau Hentikan Program MBG
Antara lain, dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, jurnalis video, photografi, dan podcast. Hari kedua akan fokus pada praktik teknik peliputan, penulisan berita, dan podcast.
"Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama materi dasar-dasar jurnalistik dan multimedia, sedangkan hari kedua praktik wawancara, penulisan berita dan podcast," kata wartawan Jatimtimes.com di lokasi, Kamis (18/06/2026).
Adi berharap, materi jurnalistik yang diberikan bisa menjadi bekal para siswa menjadi jurnalis sekolah. Sebab, pihak SMPN 4 Jombang berencana akan membuat ekstrakurikuler jurnalistik.
"Semoga bekal materi jurnalistik ini bisa bermanfaat bagi para siswa. Ke depan, pihak sekolah juga akan membuat esktrakurikuler jurnalistik. Nah ini bekal baik buat mereka," ucapnya.
Sementara, Kepala SMP Negeri 4 Jombang Slamet Agus Tri Prastyo, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada para insan media yang tergabung dalam IJTI Jombang karena telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu kepada para siswa.
"Saya sebagai kepala sekolah berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah menyempatkan waktunya dan tenaga untuk SMPN 4 Jombang," ujarnya.
Baca Juga : Viral Guru Bungkus Makanan MBG yang Tak Dimakan Siswa
Menurutnya, pemahaman mengenai jurnalistik dan media menjadi hal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"Di era seperti ini, kita harus benar-benar belajar dan mengerti tentang jurnalistik dan media. Ini ilmu yang penting sekali," katanya.
Dia mengungkapkan, setelah pelatihan tersebut pihak sekolah berencana membentuk ekstrakurikuler jurnalistik. Harapannya, para siswa mampu menjadi penyeimbang informasi sekaligus terus mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik.
"Setelah ini akan lahir ekstrakurikuler jurnalistik. Saya berdoa agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi hal yang bermanfaat. Kalian juga diharapkan menjadi penyeimbang berita dan meningkatkan ilmu jurnalistik," pungkasnya.(*)
