Update Gempa M 7,8 Guncang Filipina Selatan, 15 Orang Tewas dan Ratusan Terluka
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
08 - Jun - 2026, 03:56
JATIMTIMES - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (waktu setempat). Guncangan kuat yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao itu memicu peringatan tsunami di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Dilansir Reuters, Senin (8/6/2026), sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut. Otoritas setempat masih melakukan pendataan dan verifikasi korban serta tingkat kerusakan di lapangan.
Baca Juga : Macan Kemayoran Persija Siapkan Era Baru Bersama Shin Tae-yong
Gempa terjadi pada pagi hari saat aktivitas warga mulai berlangsung, termasuk saat sekolah-sekolah kembali dibuka setelah libur panjang. Getaran terasa kuat di lebih dari selusin provinsi di Filipina, bahkan hingga Kota Manado, Sulawesi Utara, yang berjarak sekitar 420 kilometer dari pusat gempa.
Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer dari Provinsi Sarangani, Mindanao. Setelah gempa terjadi, peringatan tsunami langsung dikeluarkan di wilayah selatan Filipina, bagian utara Indonesia, hingga negara bagian Sabah di Malaysia.
Badan penanggulangan bencana Filipina menyebut masih ada kemungkinan korban bertambah, dengan laporan awal menyebutkan 15 orang tewas dan 129 lainnya mengalami luka-luka. Dimana sebagian besar korban alami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr langsung memerintahkan respons darurat di wilayah terdampak. “Kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” kata Marcos Jr dalam pernyataannya.
Ia juga menginstruksikan lembaga terkait untuk menyiapkan bantuan logistik, pos evakuasi, serta mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Filipina sendiri merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, zona rawan gempa yang kerap mengalami aktivitas seismik tinggi setiap tahunnya.
Sejumlah laporan menyebutkan kerusakan terjadi di berbagai titik. Di Kota General Santos, sebuah bangunan yang menampung restoran cepat saji dilaporkan runtuh sebagian. Warga yang panik terlihat berlarian menyelamatkan diri saat debu tebal menyelimuti lokasi kejadian.
Salah satu rumah sakit di kota itu juga dievakuasi karena muncul retakan pada bagian atas gedung. Sementara itu, salah satu gedung di Universitas Notre Dame of Dadiangas dilaporkan ambruk, meski saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong.
“Saya harus berjongkok dan berlindung di bawah meja. Guncangannya sangat lama dan kuat,” kata Presiden universitas Manuel de Leon kepada DZMM.
Baca Juga : Rekrutmen PPPK Tendik Sekolah Rakyat Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Jadwalnya
Di Provinsi Sarangani, aparat melaporkan sejumlah toko rusak dengan kaca pecah dan papan reklame roboh akibat guncangan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, getaran gempa juga dirasakan kuat di wilayah Indonesia timur, khususnya Kota Manado. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya kenaikan muka gelombang tsunami hingga 0,75 meter di beberapa wilayah Sulawesi Utara.
Warga di Kepulauan Sangihe dan daerah pesisir lainnya dilaporkan sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
“Warga sekarang mengungsi ke dataran tinggi, menjauhi pesisir untuk menghindari potensi tsunami,” kata salah satu warga, Jufry Dalita, seperti dikutip Antara.
BMKG telah resmi mencabut peringatan dini tsunami di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini, Senin, 8 Juni 2026, pukul 10.15 WIB. Keputusan ini diambil setelah hasil observasi menunjukkan bahwa ancaman gelombang laut yang membahayakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, telah berakhir
Di sisi lain, sistem peringatan tsunami Amerika Serikat menyebut sejumlah negara di kawasan Pasifik berpotensi terdampak. Jepang dan Australia juga sempat mengeluarkan peringatan kewaspadaan, meski gelombang besar belum terpantau.
