BI Malang Genjot Ekosistem Halal lewat SI JULES dan Qurbania, Cetak Juru Sembelih Bersertifikat

24 - May - 2026, 11:31

Suasana kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar pada 18-19 Mei 2026 di The Aliante Hotel Malang. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang terus mendorong penguatan ekosistem halal dan ekonomi syariah di wilayah Malang Raya, Pasuruan, hingga Probolinggo. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui program SI JULES (Sistem Integrasi Juru Sembelih dan Layanan Halal Syariah) serta peluncuran program Qurbania.

Program tersebut diwujudkan lewat kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar pada 18-19 Mei 2026 di The Aliante Hotel Malang.

Baca Juga : Menakar Ulang Fungsi CSR: Bergerak dari Karitatif Menuju Investasi Sumber Daya Manusia

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan halal value chain atau rantai nilai halal secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) halal di daerah.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi. Kegiatan juga turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kota Malang, perangkat daerah wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo, BNSP/BBPP, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ZISWAF Kota Malang, hingga para peserta pelatihan.

Suasana kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar pada 18-19 Mei 2026 di The Aliante Hotel Malang. (Foto: istimewa)

Suasana kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar pada 18-19 Mei 2026 di The Aliante Hotel Malang. (Foto: istimewa)

Dalam kesempatan itu, BI Malang juga menyerahkan sertifikat halal kepada 18 UMKM hasil kerja sama dengan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Tak hanya itu, BI Malang juga turut meluncurkan program Qurbania dengan tagline “Qurban Aman Halal Penuh Makna”. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kurban yang amanah, halal, terintegrasi, sekaligus mendukung pengembangan halal value chain di daerah.

Dalam sambutannya, Indra menjelaskan bahwa penguatan industri halal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan UMKM halal.

Ia menilai sertifikasi halal kini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan menjadi instrumen penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

“Penguatan industri halal menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM halal,” ujar Indra.

Menurutnya, pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendamping halal, pelaku usaha, juru sembelih halal, hingga dukungan digitalisasi transaksi.

“Diperlukan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendamping halal, pelaku usaha, juru sembelih halal, serta dukungan digitalisasi transaksi guna memperkuat pengembangan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Melalui program SI JULES, BI Malang mencoba membangun sistem kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai aspek penguatan ekonomi syariah daerah.

Mulai dari peningkatan kompetensi juru sembelih halal, edukasi halal value chain, layanan kurban, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital syariah dikemas dalam satu program terpadu.

Baca Juga : 5 Drama Korea Baru yang Cocok Ditonton Akhir Pekan, Ada Fantasi hingga Romantis Bikin Nagih

Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai ekosistem halal dari Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi terkait sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen dari KPwBI Malang.

Tak berhenti di situ, peserta juga dibekali materi dasar dan prinsip juru sembelih halal.

Selanjutnya selama pelatihan berlangsung, peserta mengikuti pembelajaran teknik penyembelihan halal yang baik dan benar, sekaligus menjalani uji kompetensi.

Rangkaian pengujian meliputi tes tertulis, tes bacaan Al-Qur’an, tes salat dan wudhu, hingga praktik penyembelihan secara langsung.

Kegiatan tersebut diikuti 15 peserta yang terdiri dari 14 peserta rekomendasi perangkat daerah di wilayah kerja KPwBI Malang dan satu pegawai Bank Indonesia Malang.

Peserta dibagi menjadi dua kategori, yakni tujuh peserta Juleha unggas yang berasal dari Malang Raya dan pegawai BI Malang, serta delapan peserta Juleha ruminansia dari Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Probolinggo.

Ke depan, BI Malang berharap program SI JULES dan Qurbania bisa menjadi model penguatan ekosistem halal yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan di daerah.

Program ini juga diharapkan mampu memperkuat halal value chain, meningkatkan kapasitas SDM halal, memperluas pemanfaatan transaksi digital syariah, hingga mendorong lahirnya pelaku usaha halal yang lebih kompetitif.

“Melalui sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan, pengembangan ekosistem halal diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi syariah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja Bank Indonesia Malang,” tutup Indra.