Pos Polisi Pesanggrahan Dibongkar, Simpang Empat Patih Bakal Dirombak Total Telan Anggaran Rp10 Miliar
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
13 - May - 2026, 01:29
JATIMTIMES – Pos Polisi (Pos Pantau Sabhara) di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, dibongkar dan diratakan, Rabu (13/5/2026). Pembongkaran itu menandai dimulainya proyek program prioritas pemerintah daerah yakni Preservasi Simpang Empat Patih dan pelebaran Jalan Indragiri.
Melalui proyek ini, wajah kawasan perempatan Jalan Panglima Sudirman itu bakal dilakukan perubahan total. Untuk diketahui, perencanaan proyek preservasi tersebut sudah sejak tahun 2025 lalu. Yang mana salah satu perempatan sibuk di Kota Batu itu wacananya akan dipasang bundaran dengan patung Jenderal Soedirman.
Baca Juga : Kronologi Laka Maut di Ngujang 2 Tulungagung, Satu MD dan Dua Luka-Luka
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ((DPUPR) membongkar pos polisi dengan merobohkan bangunan menggunakan dua unit alat berat. Program Prioritas Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2026 itu diketahui menelan dana APBD murni sebesar Rp 10 miliar.
Berdasarkan pantauan JatimTIMES di lokasi, alat berat jenis excavator dan loader dikerahkan untuk melakukan sterilisasi lahan. Satu per satu bagian tembok bangunan permanen di sisi jalur protokol yang menghubungkan empat ruas jalan utama roboh. Simpang tersebut menjadi titik temu Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin.
"Kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya dengan seluruh stakeholder, sehingga hari ini tindakan fisik bisa langsung berjalan. Preservasi mencakup perbaikan menyeluruh mulai dari pelebaran jalan hingga pembenahan sistem drainase yang lebih mumpuni," jelas Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5/2026).
Dirinya menegaskan bahwa pembongkaran tersebut merupakan tahap awal dari rencana besar pelebaran jalan. Proyek ini diproyeksikan akan menambah lebar jalan hingga kurang lebih 10 meter untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di salah satu titik jenuh kendaraan di Bumi Kota Wisata. "Direncanakan (sterilisasi lahan) tuntas pada akhir Juni nanti," sebutnya.
Pihaknya pun berencana memasang banner pengumuman di sekitar area pengerjaan untuk memperingatkan warga mengenai potensi kepadatan karena terhambat progres pembangunan selama masa konstruksi. Hal ini dianggap krusial agar pelaku usaha maupun wisatawan bisa mengantisipasi rute perjalanan mereka jauh-jauh hari.
Baca Juga : Rebalancing MSCI Bikin IHSG Tertekan, Berikut Rekomendasi Saham yang Menarik Diburu Hari Ini
Terkait keresahan pedagang di sekitar lokasi yang terdampak pelebaran, Esty menyatakan bahwa pihaknya tetap berjalan pada koridor teknis sebagai dinas pelaksana proyek. Ia mengklaim bahwa seluruh tahapan dilakukan secara transparan demi mengejar kualitas infrastruktur yang lebih baik.
"Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender. Kami umumkan sejak dini supaya semua pihak, mulai dari masyarakat umum hingga pemilik warung di sekitar lokasi, sudah bersiap-siap karena ini prosesnya panjang untuk pengerjaan skala besar," imbuh Esty.
