Sidak Daycare di Kota Malang, Dinsos dan Polisi Pastikan Perlindungan Anak Maksimal
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - May - 2026, 02:50
JATIMTIMES - Upaya memperkuat perlindungan anak terus digencarkan Pemkot Kota Malang bersama Polresta Malang Kota, di tengah maraknya kasus daycare yang belakangan menjadi sorotan publik.
Pemkot Malang melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial P3AP2KB bersama Unit PPA Polresta Malang Kota melakukan pemantauan langsung ke sejumlah tempat penitipan anak di kawasan Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga : May Day 2026, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Suarakan Keadilan bagi Pekerja Sektor Informal
Ada empat daycare yang menjadi lokasi pemantauan. Yakni, Daisy Mom and Baby Care, Peony Daycare, Kamila Daycare & PAUD, serta Ummaya Children Centre.
Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan setiap tempat penitipan anak benar-benar memberikan layanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar perlindungan anak. Tim melakukan pengecekan, mulai dari kondisi fasilitas, sistem pengawasan, hingga pola interaksi antara pengasuh dan anak.
Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah mengatakan, pengawasan ini merupakan langkah antisipatif di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan dan kelalaian pada anak. Sehingga ingin memastikan daycare di Kota Malang menjadi tempat yang aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap daycare benar-benar menjadi tempat yang aman bagi anak. Hak anak untuk mendapatkan perlindungan itu dijamin, baik dari kekerasan fisik maupun psikis,” ucap Khusnul.
Tidak hanya melakukan pengawasan, tim juga memberikan pembinaan langsung kepada pengelola daycare. Dengan memberikan edukasi terkait aspek hukum dan tanggung jawab pengasuh menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut.
“Kami juga mengingatkan bahwa ada konsekuensi hukum jika terjadi kelalaian. Karena itu, kami hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping, mulai dari edukasi hingga penanganan jika ada kasus,” tambahnya.
Baca Juga : Hari Buruh: Sejarah Panjang, Keadilan Yang Masih Ditunggu
Sementara itu, Kepala UPT PPA Dinsos P3AP2KB, Fulan Diana Kusumawati menekankan bahwa kualitas pengasuhan tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari pendekatan emosional kepada anak.
“Anak-anak harus diperlakukan dengan penuh kasih, seperti keluarga sendiri. Lingkungan yang hangat dan interaksi yang positif akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka,” kata Fulan.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas daycare juga datang dari pemerintah pusat melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengasuh agar lebih profesional dalam mendampingi anak.
Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas daycare dinilai telah memenuhi standar dasar pelayanan. Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, seperti sistem pencatatan aktivitas anak, pengawasan internal, dan peningkatan kompetensi pengasuh.
