Kementan Apresiasi Optimisme Petani Lamongan Tetap Tanam Meski Terancam El Nino
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
A Yahya
01 - May - 2026, 07:50
JATIMTIMES - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur Alamsyah, didampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Lamongan meninjau penempatan, penyerahan dan uji coba alat dan mesin pertanian (alsintan) di Lamongan, Rabu (29/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Andi menyatakan optimis bahwa petani Lamongan akan tetap dapat menanam dan terus berproduksi meski adanya mitigasi lebih awal dalam menghadapi ancaman El Nino.
Baca Juga : Sekda Budiar Dorong Pelaku Usaha Berinovasi untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
"El Nino itu ada, tapi optimis petani Lamongan tetap akan menanam, akan terus berproduksi dengan mitigasi yang lebih awal. Ini luar biasa Pak Bupati sudah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di Kabupaten Lamongan dan beliau sangat optimis bahwa Lamongan pada tahun ini akan meningkat lagi produksinya. Petaninya antusias, pupuk tersedia, alsintan tersedia, dan kita pastikan air juga tersedia. Walaupun ada ancaman El Nino, tapi itu tidak menjadi masalah buat petani Lamongan, dan kita sudah pastikan hari ini waduk yang ada, Sungai Bengawan Solo yang melewati Lamongan, ini akan kita maksimalkan untuk kita pasang segera pompa-pompa. Yang sudah tanam kita pertahankan pertanamannya, begitu pula yang akan tanam," ungkapnya.
Andi juga mengatakan dari 95 ribu hektar luas baku sawah Lamongan masih terdapat sekitar 53 ribu hektar yang tadah hujan, sehingga perlu adanya pengairan. Namun karena ada beberapa lahan yang posisinya lebih tinggi, sehingga perlu adanya pompanisasi untuk irigasi lahan.
Selain itu, irigasi pompa yang akan dipasang di Lamongan sekitar 100 pompa 4 inch, 100 pompa 6 inch, 70 pompa 3 inch, 200 irigasi perpompaan, irigasi perpipaan sekitar 70 unit, dan bangunan konservasi sekitar 50 unit untuk menambah produksi Lamongan.
"Mudah-mudahan pendapatan petani kita, kesejahteraan petani di Lamongan meningkat, dan swasembada bisa kita pertahankan sehingga tidak ada lagi lahan yang terdampak karena El Nino. Karena sekitar 80 km lahan yang ada di Lamongan ini dilalui oleh Sungai Bengawan Solo, harus kita manfaatkan, kita maksimalkan, yang awalnya luas area irigasinya sekitar 257 hektar, hari ini kita tambah 200 hektar dari waduk yang selama ini airnya belum dioptimalkan untuk petani yang tadah hujan tadi," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam melaksanakan swasembada pangan.
Baca Juga : Sederet Rekomendasi Pansus BUMD DPRD Jatim: Dari Restrukturisasi Total hingga Bentuk Biro Khusus
"Mudah-mudahan target luas tambah tanam bisa tercapai dan yang lebih penting lagi terjadi peningkatan tadi dari indeks pertanaman atau IP bisa meningkat dari 2,1 mudah-mudahan bisa 2,5 dengan memaksimalkan potensi yang ada, waduk-waduk yang selama ini kita selalu memanfaatkan secara optimal terlebih dalam menghadapi El Nino. Mudah-mudahan upaya dan ikhtiar dari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Adapun 3 titik yang hari ini menerima manfaat kegiatan Pompanisasi dari Direktorat Jendral PSP Kementerian Pertanian, yakni Poktan Mardi Tani Desa Pengumbulanadi Kecamatan Tikung, Gapoktan Truni Makmur DesaTruni Kecamatan Babat, dan Poktan Rukun Makmur II Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng.
