DLH Kota Malang Perkuat Adiwiyata, Targetkan Pelajar Jadi Pelopor Lingkungan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
17 - Apr - 2026, 05:56
JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu upaya yang konsisten dilakukan adalah melalui program Adiwiyata yang menyasar pelajar dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Program ini tidak berjalan sendiri. Adiwiyata merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi untuk membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah secara terstruktur dan berkelanjutan.
Baca Juga : Perpustakaan Umum Kota Batu Bakal Buka Layanan hingga Hari Sabtu, Disperpusip Segera Realisasi Bulan Ini
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, menegaskan bahwa Adiwiyata menjadi investasi jangka panjang. Program ini dirancang untuk membentuk pola pikir generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Kenapa gerakan Adiwiyata ini dilakukan? Ya karena kalau kita mengharapkan para senior-seniornya, orang yang sudah usia-usia dewasa ke atas, itu mindset-nya sudah terpatri, mengubahnya sudah sulit,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, pendekatan kepada generasi muda dinilai lebih efektif. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan gerakan lingkungan di masa mendatang. “Maka kita menggunakannya dari generasi yang muda dulu. Biar ini berkelanjutan nantinya,” imbuh pria yang akrab disapa Trisan ini.
Di Kota Malang, implementasi Adiwiyata juga tidak berdiri terpisah. Program ini terintegrasi dengan berbagai gerakan lingkungan lain seperti pengurangan sampah plastik, pengelolaan bank sampah sekolah, hingga konservasi air dan penghijauan kawasan sekolah. “Mulai dari pengelolaan sampah, kemudian penanganan konservasi air, reboisasi atau penghijauan, sampai dengan pengelolaan-pengelolaan yang lain,” jelas Trisan.
Sinergi antarprogram tersebut juga diarahkan untuk mendongkrak Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kualitas air yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah perkotaan.
Tri mengungkapkan bahwa program Adiwiyata di Kota Malang telah berjalan lebih dari satu dekade. Perkembangannya dinilai cukup signifikan dengan capaian sejumlah sekolah yang berhasil meraih pengakuan hingga tingkat nasional. “Program ini sudah berjalan sekitar 10-an tahun, bahkan lebih. Untuk rekognisi sampai ke pusat itu memang butuh proses panjang,” ungkapnya.
Baca Juga : Bantah Ada Pungli di TPS Jatimulyo, DLH Kota Malang: Itu Iuran Penggerobak
Dalam sistem penilaiannya, Adiwiyata memiliki beberapa tingkatan. Mulai dari Pratama, Madya, hingga Mandiri sebagai level tertinggi yang menunjukkan kematangan budaya lingkungan di sekolah. “Ada yang mulai dari Pratama, Madya, sampai yang paling tinggi Mandiri,” katanya.
Sekolah yang telah mencapai tingkat Mandiri bahkan diharapkan mampu menjadi pembina bagi sekolah lain. Dengan begitu, penyebaran budaya peduli lingkungan dapat berjalan lebih luas dan merata.
Melalui penguatan program ini, DLH Kota Malang berharap Adiwiyata tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pendidikan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. “Harapannya, generasi muda ini nanti bisa jadi pelopor, bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat,” pungkasnya.
