Ketua Fraksi NasDem DPRD Jatim: Pemberitaan Tempo Lukai Perasaan Seluruh Kader
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Yunan Helmy
15 - Apr - 2026, 04:50
JATIMTIMES – Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) melayangkan protes keras terhadap pemberitaan media nasional Tempo yang dinilai merugikan dan tendensius. Fraksi menilai laporan tersebut telah melampaui batas etika jurnalistik dan membentuk persepsi negatif yang merugikan citra partai di mata publik.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jatim Mohammad Nasih Aschal menyatakan bahwa pihaknya sangat keberatan atas framing dan pernyataan yang dimuat dalam laporan utama Tempo, terutama terkait isu spekulatif mengenai dugaan penggabungan (merger) antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Baca Juga : Uni Eropa Didesak Bertindak, 1 Juta Warga Minta Hubungan dengan Israel Diputus
“Kami menyampaikan rasa sakit hati kami. Pemberitaan tersebut telah melukai seluruh kader dan fungsionaris Partai NasDem,” tegas pria yang akrab disapa Ra Nasih ini, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa gelombang aksi damai yang digelar para kader di sejumlah daerah merupakan bentuk penolakan terhadap narasi yang dianggap tidak sesuai dengan fakta. Aksi tersebut menjadi simbol perlindungan terhadap marwah partai yang dirasa telah dilecehkan oleh pemberitaan tersebut.
Menurut dia, sebagai pilar demokrasi, pers seharusnya menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan berimbang, bukan justru menciptakan kegaduhan melalui informasi yang tidak akurat.
Menyikapi hal ini, NasDem Jatim mendesak pemerintah melalui lembaga terkait, khususnya Dewan Pers, untuk memberikan sanksi tegas terhadap media yang bersangkutan. Mereka menilai Tempo telah melanggar norma dan etika jurnalistik yang seharusnya dijunjung tinggi.
“Kami meminta agar pemerintah memberikan tanggapan serius. Pers harus tetap berada dalam koridor norma dan etika yang dijunjung tinggi,” tegas politisi asal Bangkalan tersebut.
Baca Juga : Ratusan Kader NasDem Jatim Protes Pemberitaan Tempo: Kritik Boleh, Menghina Jangan!
Polemik ini memuncak dipicu oleh sampul majalah Tempo yang menampilkan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh dikaitkan dengan isu merger dengan Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto. Penggunaan istilah "merger" serta isi laporan tersebut dinilai elite NasDem tidak tepat dan sangat menyesatkan.
Ra Nasih menambahkan, meski mendapat tekanan melalui pemberitaan, pihaknya tetap berkomitmen penuh untuk mengawal nilai-nilai perubahan yang selama ini diusung Partai NasDem.
“Kami meminta agar media menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan berimbang,” pungkas legislator Dapil Madura yang juga cicit Syaikhona Kholil Bangkalan ini.
