Mobil Listrik atau Bensin Mana yang Lebih Hemat dari Segi Biaya

Reporter

Redaksi

Editor

Redaksi

15 - Apr - 2026, 09:24

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Perkembangan industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan menuju kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran mobil listrik semakin menarik perhatian masyarakat, termasuk di Indonesia. Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah mobil listrik действительно lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.

Dilansir dari media beritaasia, Perbandingan biaya antara kedua jenis kendaraan ini tidak hanya dilihat dari harga beli, tetapi juga mencakup biaya operasional, perawatan, hingga efisiensi jangka panjang. Sejumlah faktor tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum masyarakat memutuskan beralih ke kendaraan listrik.

Baca Juga : Jago #Cari_Aman Biar Happy, #Cari_Aman Berkendara bagi Pemula Perhatikan 3 Hal Ini

Harga Awal Masih Jadi Tantangan

Dikutip dari laman berita asia, Dari sisi harga pembelian, mobil listrik umumnya masih lebih mahal dibandingkan mobil bensin. Hal ini dipengaruhi oleh teknologi baterai yang masih relatif tinggi biayanya. Beberapa model mobil listrik di pasar Indonesia bahkan dibanderol ratusan juta rupiah lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional di kelas yang sama.

Meski demikian, pemerintah telah memberikan berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, seperti potongan pajak dan subsidi tertentu. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan harga dan membuat mobil listrik lebih terjangkau.

Biaya Operasional Lebih Rendah

Jika dilihat dari biaya penggunaan sehari-hari, mobil listrik cenderung lebih hemat. Pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak, melainkan cukup mengisi daya listrik.

Sebagai gambaran, biaya pengisian daya mobil listrik untuk jarak tempuh tertentu bisa jauh lebih murah dibandingkan membeli bensin. Selain itu, efisiensi energi pada motor listrik juga lebih tinggi dibandingkan mesin pembakaran internal.

Beberapa keunggulan biaya operasional mobil listrik antara lain:

  • Biaya energi per kilometer lebih rendah
  • Tidak terpengaruh fluktuasi harga BBM
  • Lebih efisien dalam penggunaan energi

Perawatan Lebih Sederhana

Mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibandingkan mobil bensin. Tidak adanya mesin pembakaran membuat kendaraan ini tidak memerlukan pergantian oli mesin, filter udara, atau komponen lain yang biasa ditemukan pada mobil konvensional.

Hal ini berdampak pada biaya perawatan yang lebih rendah dalam jangka panjang. Bengkel yang menangani mobil listrik juga mulai berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar.

Sebaliknya, mobil bensin membutuhkan perawatan rutin yang cukup kompleks. Mulai dari servis berkala, penggantian oli, hingga perawatan sistem bahan bakar yang memerlukan biaya tambahan.

Faktor Infrastruktur dan Penggunaan

Meski lebih hemat dalam operasional, mobil listrik masih menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur. Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) belum merata, terutama di luar kota besar.

Baca Juga : Parkinson Tak Hanya Mengintai Lansia, Dokter RSI Unisma Ungkap Faktor Risiko dan Upaya Pencegahan

Hal ini membuat mobil bensin masih lebih unggul dalam hal fleksibilitas perjalanan jarak jauh. Pengisian bahan bakar yang cepat dan jaringan SPBU yang luas menjadi keunggulan tersendiri.

Namun, untuk penggunaan di dalam kota dengan mobilitas harian yang relatif stabil, mobil listrik dinilai lebih efisien dan praktis.

Dampak Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, mobil listrik berpotensi memberikan penghematan yang lebih besar. Meski biaya awal tinggi, pengeluaran harian yang lebih rendah dapat menutup selisih tersebut dalam beberapa tahun penggunaan.

Selain itu, nilai tambah dari sisi lingkungan juga menjadi pertimbangan. Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang langsung, sehingga lebih ramah terhadap kualitas udara.

Di sisi lain, mobil bensin masih bergantung pada bahan bakar fosil yang harganya cenderung fluktuatif dan berpotensi meningkat di masa depan.

Penutup

Perbandingan antara mobil listrik dan mobil bensin menunjukkan bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Mobil listrik unggul dari sisi biaya operasional dan perawatan, sementara mobil bensin masih lebih terjangkau dari segi harga awal dan infrastruktur.

Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing individu. Bagi masyarakat perkotaan dengan mobilitas harian yang tinggi, mobil listrik bisa menjadi pilihan hemat dalam jangka panjang. Namun, bagi yang sering melakukan perjalanan jauh, mobil bensin masih menjadi opsi yang lebih praktis untuk saat ini.