Fakta-Fakta Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Diduga Disertai Pemalsuan Identitas hingga Indikasi TPPO
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Apr - 2026, 09:24
JATIMTIMES - Kasus pernikahan yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur ini mendadak menyita perhatian publik. Bukan sekadar kisah rumah tangga biasa, peristiwa ini mengungkap fakta mengejutkan yang dialami seorang perempuan usai resmi menikah dengan pria yang ternyata menyimpan identitas berbeda.
Apa yang awalnya terlihat sebagai hubungan penuh janji manis, justru berujung pada dugaan penipuan yang lebih kompleks. Tidak hanya soal identitas, kasus ini bahkan memunculkan kecurigaan adanya praktik kejahatan lain yang lebih serius, sehingga kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Baca Juga : Terbaru di Malang! Deretan Kasus Penipuan Nikah Sesama Jenis yang Pernah Heboh di Indonesia
Kasus dugaan pernikahan sesama jenis ini dialami oleh perempuan berinisial IA (28), warga Kecamatan Blimbing, yang melaporkan pasangannya setelah mengetahui fakta sebenarnya usai pernikahan yang berlangsung pada 3 April 2026. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang keluarga korban, tetapi juga memicu perhatian luas masyarakat karena melibatkan dugaan pemalsuan identitas hingga kemungkinan tindak pidana serius lainnya.
Kronologi Singkat Kejadian
IA mengaku pertama kali mengenal sosok “Rey” di sebuah kafe di wilayah Kota Batu. Sejak awal perkenalan hingga menjalin hubungan, korban tidak pernah menaruh kecurigaan. Penampilan pelaku yang menyerupai laki-laki, ditambah sikap yang perhatian dan meyakinkan, membuat IA percaya sepenuhnya.
Hubungan keduanya kemudian berjalan cukup intens hingga berujung pada pernikahan. Dalam proses menuju pernikahan, pelaku juga aktif meyakinkan keluarga korban, termasuk dengan memperkenalkan sosok yang disebut sebagai orang tua angkatnya di sebuah rumah di Jalan Anggrek, Desa Pesanggrahan, Kota Batu.
Namun, fakta mengejutkan baru terungkap setelah pernikahan berlangsung. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta terbaru mengenai kasus tersebut:
1. Terbongkar Saat Malam Pertama
Kenyataan pahit terungkap pada malam pertama. IA mengaku baru mengetahui bahwa pasangan yang dinikahinya ternyata seorang perempuan. Fakta ini membuat korban syok dan terpukul.
“Saya nangis dan langsung bilang ke orang tua setelah tahu dia wanita,” ungkap IA.
2. Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Dokumen
Merasa tertipu, pihak keluarga korban langsung mengambil langkah hukum. Perwakilan keluarga, Eko NS, menyatakan bahwa laporan telah dilayangkan ke kepolisian dengan dugaan pemalsuan dokumen.
Dokumen tersebut diduga digunakan pelaku untuk melangsungkan pernikahan secara sah, sehingga kini menjadi fokus utama penyelidikan.
3. Muncul Dugaan Mengarah ke TPPO
Kasus ini semakin berkembang setelah muncul kecurigaan adanya indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal ini bermula dari permintaan pelaku kepada korban untuk segera membuat paspor sebelum pernikahan.
Korban disebut akan diajak ke Kamboja dengan alasan pengobatan. Namun, mengingat maraknya kasus serupa belakangan ini, keluarga mulai mencurigai adanya motif lain di balik ajakan tersebut.
“Kami khawatir ada indikasi lain, apalagi sekarang banyak kasus seperti itu,” ujar Eko pada awak media, Kamis (9/4).
4. Dijanjikan Kehidupan Mewah
Dalam masa pendekatan, pelaku disebut kerap melontarkan janji-janji besar untuk menarik perhatian korban. IA mengaku dijanjikan mobil mewah hingga rumah yang diklaim sudah dibayar dan akan diberikan saat hari pernikahan.
Janji tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat korban semakin yakin dengan sosok pelaku. Namun pada kenyataannya, semua itu tidak pernah terealisasi.
5. Mengaku Berprofesi sebagai Konsultan
Untuk memperkuat identitasnya, pelaku mengaku bekerja sebagai konsultan di Jakarta. Klaim ini membuat korban dan keluarganya semakin percaya, apalagi didukung dengan gaya hidup dan cara berbicara pelaku yang dinilai meyakinkan.
Pelaku juga berusaha membangun kepercayaan dengan memperkenalkan lingkungan seolah-olah nyata, termasuk keluarga angkat yang disebut telah merawatnya sejak kecil.
6. Tidak Ada Kecurigaan Sejak Awal
Korban menegaskan bahwa sejak awal ia tidak memiliki kecurigaan sedikit pun. Penampilan fisik, gestur, hingga cara komunikasi pelaku membuatnya yakin bahwa “Rey” adalah seorang laki-laki.
“Dari awal kenal sampai menikah, saya benar-benar tidak tahu,” ujarnya.
7. Reaksi Keluarga dan Langkah Hukum
Setelah mengetahui kebenaran, keluarga korban langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi tempat tinggal pelaku untuk memastikan identitasnya. Setelah terbukti, pelaku langsung diusir dan kasus dilaporkan ke pihak berwajib.
Langkah ini diambil untuk memberikan keadilan bagi korban sekaligus mencegah kemungkinan adanya korban lain.
8. Polisi Masih Lakukan Pendalaman
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa korban serta sejumlah saksi.
Pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan kasus, terutama terkait dugaan pemalsuan identitas dan indikasi TPPO.
Kasus ini dengan cepat menjadi perbincangan luas di masyarakat, terutama karena dinilai tidak lazim dan mengandung banyak kejanggalan. Selain itu, adanya dugaan kejahatan terorganisir seperti TPPO membuat kasus ini semakin serius untuk diusut.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam menjalin hubungan, terutama jika melibatkan hal-hal penting seperti pernikahan dan perjalanan ke luar negeri.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kepercayaan dalam sebuah hubungan tidak boleh dibangun tanpa kehati-hatian. Di balik kisah yang tampak meyakinkan, bisa saja tersimpan fakta yang jauh dari dugaan.
Kini, publik menanti langkah tegas aparat kepolisian dalam mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Jika terbukti ada unsur pidana lain seperti pemalsuan hingga dugaan TPPO, maka penanganannya diharapkan tidak hanya memberi keadilan bagi korban, tetapi juga mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
