Usai Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Jemaah Umrah asal Kota Batu Dipastikan Pulang dengan Selamat
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Nurlayla Ratri
30 - Mar - 2026, 08:40
JATIMTIMES – Jemaah umrah asal Kota Batu yang sempat tertahan di tanah suci akibat ketegangan perang timur tengah akhirnya bisa bernapas lega. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Kota Batu memastikan seluruh jemaah asal Kota Batu telah kembali ke Tanah Air. Seluruhnya dapat pulang secara bertahap.
Kepastian ini didapat setelah rombongan terakhir mendarat dengan selamat di Indonesia. Proses kepulangan mereka dilakukan secara bertahap. "Dari gelombang pertama pada 5 Maret hingga kepulangan terakhir yang tercatat pada 17 Maret 2026 lalu," ujar Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batu Basuki Rachmat saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Baca Juga : 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Terluka usai Serangan di Markas UNIFIL
Ia mengungkapkan bahwa proses pemantauan terhadap jemaah dilakukan secara intensif hingga orang terakhir tiba di rumah masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan hak-hak jemaah terpenuhi dan mereka kembali dalam kondisi fisik yang prima pasca menjalankan ibadah fisik yang cukup berat.
Berdasarkan data yang dihimpun, tiga jemaah terakhir yang tiba di Tanah Air merupakan rombongan yang menggunakan jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) PT Qurrota Ayun. Dari tiga orang tersebut, satu jemaah tercatat melakukan kepulangan lebih awal, sementara dua lainnya tiba bersamaan pada sore hari di tanggal 17 Maret.
Secara akumulatif, jemaah umrah asal Kota Batu pada musim ini tersebar melalui empat biro perjalanan atau PPIU yang berbeda. Kelompok terbesar diberangkatkan oleh PT Perindu Baitullah dengan total 23 jemaah, disusul oleh gabungan dari Saudin Tour and Travel serta PT Safa Bumi yang mengoordinasi sebanyak 21 jemaah.
"Seluruh jemaah tersebut kembali dalam kondisi sehat walafiat," tambah Basuki.
Dikatakannya, tidak ada laporan mengenai jemaah yang mengalami gangguan kesehatan serius maupun kendala administratif saat melewati proses imigrasi, baik di Arab Saudi maupun saat tiba di Indonesia.
Baca Juga : Tantangan Prestasi dan Tanggung Jawab Moral: Apa Kata Mahasiswa Penerima Beasiswa 1.000 Sarjana?
Pemerintah Kota Batu melalui Kemenhaj juga menaruh perhatian khusus pada situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sempat dinamis dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus ditingkatkan untuk memantau keamanan jalur penerbangan dan lokasi ibadah jemaah asal Kota Batu.
Melalui kanal komunikasi resmi dan media sosial, Kemenhaj secara rutin menyampaikan perkembangan terkini kepada keluarga jemaah di Kota Batu. Hingga kepulangan terakhir, tidak ditemukan adanya laporan gangguan keamanan atau kendala eksternal yang menghambat kekhusyukan ibadah warga Batu selama di Tanah Suci.
Penuntasan agenda umrah sebelum Idul Fitri itu diharapkan menjadi momentum bagi para jemaah untuk merefleksikan hasil ibadahnya di tengah suasana hangat keluarga. "Per tanggal 18 Maret 2026, sudah tidak ada lagi jemaah umrah asal Kota Batu yang masih berada di Arab Saudi," imbuhnya.
