Halal Bihalal di MAN 2 Kota Malang Jadi Strategi Bangun Ulang Relasi Sosial Siswa
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - Mar - 2026, 07:20
JATIMTIMES - Tradisi halal bihalal di lingkungan sekolah tidak lagi sekadar agenda rutin pasca Idul Fitri. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Senin, (30/3/2026), kegiatan ini diarahkan sebagai upaya membangun kembali relasi sosial siswa setelah jeda libur yang cukup panjang.
Hari pertama masuk sekolah diisi dengan apel pagi yang dilanjutkan halal bihalal. Momentum ini dimanfaatkan untuk memulihkan interaksi antarwarga madrasah yang sempat terhenti selama libur.

Kepala madrasah, Dr Samsudin M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih substansial dibanding sekadar seremoni tahunan.
“Halal bihalal ini bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk memperbaiki hubungan dan membangun kembali komunikasi yang mungkin sempat renggang,” ujarnya.

Ia menilai dinamika hubungan di lingkungan sekolah kerap mengalami pasang surut. Karena itu, ruang untuk saling memaafkan menjadi penting agar tidak ada persoalan yang berlarut dan mengganggu proses belajar. “Dengan hati yang bersih, siswa maupun guru bisa memulai kembali aktivitas dengan suasana yang lebih positif,” tambahnya.
Fenomena renggangnya interaksi siswa setelah libur panjang juga menjadi perhatian pihak madrasah. Perubahan ritme hingga jarak sosial antarindividu dinilai dapat memengaruhi kenyamanan belajar jika tidak segera diatasi.

Menurut Dr Samsudin, pendekatan sederhana seperti saling bersalaman memiliki dampak yang tidak kecil dalam membangun kedekatan kembali.
“Saling menghargai dan menghormati itu kunci. Lingkungan yang harmonis tidak terbentuk begitu saja, tetapi harus diupayakan bersama,” tegasnya.
Baca Juga : Empat Tahun Konsisten Cegah Stunting dari Desa, Cargill Perkuat Kolaborasi dan Komunitas di Gresik
Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya menanamkan nilai empati dan kebersamaan secara langsung, bukan hanya melalui pembelajaran di kelas. Interaksi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan kondusif.

Pihak sekolah pun berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari strategi pembinaan karakter siswa. Dengan relasi sosial yang kuat, proses pendidikan diyakini tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang matang secara emosional dan sosial di MAN 2 Kota Malang.
