Resep Klasik Dapur Keluarga, Antar Cempaka Cookies Raup Omzet Puluhan Juta

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

20 - Mar - 2026, 10:29

Proses pengemasan produk Dapur Cookies.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Di tengah maraknya produk kue modern, usaha rumahan Cempaka Cookies di Kota Malang tetap bertahan dengan resep klasik yang sudah dijaga hampir dua dekade. Dari dapur sederhana di Perumahan Pondok Cempaka Indah View itu, usaha keluarga ini mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah dalam satu periode produksi.

Cempaka Cookies dirintis sejak 2008 oleh pasangan Djoko Winahyu dan Endang Susilowati (55). Seiring waktu, usaha tersebut berkembang menjadi bisnis keluarga yang dikelola bersama dua putri mereka serta beberapa kerabat dekat.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Model usaha berbasis keluarga itu justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga konsistensi produksi sekaligus mempertahankan kualitas rasa. “Sebagian pelanggan biasanya memesan jauh hari sebelumnya supaya tidak terlalu mepet saat dibutuhkan,” ujar Endang.

Menurut dia, pelanggan Cempaka Cookies datang dari berbagai kalangan. Selain pelanggan rumahan, pesanan juga kerap datang dari instansi pemerintahan, anggota DPRD, hingga rumah sakit yang membutuhkan kue dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan.

Cempaka Cookies sendiri masih mempertahankan ragam kue kering klasik yang sudah akrab di lidah masyarakat. Di antaranya kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing, palm cheese, sagu keju, choco chip, hingga thumbprint choco nut.

Seluruh produk dibuat dari resep keluarga tanpa bahan pengawet. Endang menuturkan, proses produksi yang higienis menjadi kunci agar kue tetap tahan lama tanpa harus menggunakan bahan tambahan.

Kendati berasal dari dapur keluarga, Cempaka Cookies tak asal-asalan dalam proses produksi. Bahan hingga segala prosesnya tetap memperhatikan sejumlah faktor penting. Pemilihan bahan, proses produksi, kesiapan alat yang disesuaikan dengan kapasitas, proses pengemasan dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal tersebut tidak lain untuk menjaga kepercayaan para konsumen terhadap kualitas produk.

“Kami menjaga cita rasa dan tekstur supaya tetap sama dari dulu. Tidak pakai pengawet, tapi tetap tahan lama karena prosesnya higienis,” jelasnya.

Baca Juga : Targetkan 40 Dapur Gizi Beroperasi, Pemkot Batu Akselerasi Infrastruktur SPPG

Untuk kemasan premium ukuran 500 mililiter, Cempaka Cookies dipasarkan dengan harga Rp 60 ribu. Sementara varian lain dijual mulai Rp 40 ribu per kemasan, harga yang masih dinilai kompetitif meski bahan baku terus mengalami kenaikan.

Djoko Winahyu menambahkan, meski dikenal sebagai produsen kue kering, dapur Cempaka Cookies tidak hanya aktif pada satu musim saja. Di luar periode pesanan kue kering, mereka tetap menerima berbagai pesanan lain seperti katering, nasi kotak, kue basah, hingga suvenir untuk acara pernikahan maupun perayaan hari besar.

Dengan pola usaha yang fleksibel tersebut, Cempaka Cookies mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi keluarga yang terlibat di dalamnya.