Bertahan sejak 2005, Opak Gambir “Maharis” Jaga Rasa di Tengah Gempuran Kue Modern

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

23 - Mar - 2026, 10:20

Produk jajanan lawas Opak Gambir 'Maharis'.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Di tengah menjamurnya aneka kue modern dengan tampilan kekinian, Hartiningsih tetap setia mempertahankan satu jajanan tradisional, yakni opak gambir. Lewat produk bermerek 'Maharis', perempuan yang akrab disapa Mbak Harti ini terus memproduksi camilan renyah tersebut sejak 2005.

Usaha rumahan itu ia jalankan dari Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang. Meski tergolong jajanan lawas atau jadul (jaman dulu), opak gambir buatannya masih memiliki banyak penggemar.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Menurut Harti, salah satu keunggulan produknya ada pada rasa yang khas. Ia menyebut opak gambir buatannya memiliki rasa “antep” atau terasa mantap antara manis dan gurih.

“Kalau opak gambir lain kadang rasanya ambyang, ringan begitu. Kalau punya saya rasanya antep. Itu yang selalu saya jaga,” ujarnya.

Ciri rasa tersebut membuat pelanggan mudah mengenali produknya. Tak sedikit pembeli yang sudah hafal dengan karakter rasa Opak Gambir Maharis.

Menariknya, pemasaran produk ini berjalan sederhana. Harti tidak membuka toko khusus ataupun menitipkan dagangan di banyak tempat.

Sebagian besar penjualan justru datang dari promosi mulut ke mulut. Pelanggan yang puas biasanya merekomendasikan opak gambir buatannya kepada kerabat atau teman.

Meski diproduksi secara rumahan, Opak Gambir Maharis memiliki daya tahan cukup lama. Jika disimpan dalam toples tertutup rapat, camilan ini bisa bertahan hingga sekitar tiga bulan.

Pesanan pun kerap datang dari luar kota. Untuk pengiriman, Harti memastikan kemasan dilindungi dengan bubble wrap agar opak gambir tetap aman sampai tujuan.

Selama menjalankan usaha, Harti juga aktif mengikuti pembinaan UMKM dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag). Dari sana, ia mendapatkan pendampingan pengurusan merek, PIRT, hingga sertifikasi halal.

Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal

Selain opak gambir, ia juga memproduksi bumbu pecel sebagai produk kedua yang kini juga sudah memiliki legalitas usaha.

Namun perjalanan usaha tersebut tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mencari tenaga kerja yang mampu membuat opak gambir dengan teknik yang tepat.

Menurut Harti, cara memegang dan mengolah adonan sangat menentukan hasil akhir. Jika salah teknik, opak gambir bisa menjadi keras dan tidak mengembang.

Karena proses pembuatannya cukup rumit, tak banyak orang yang mau menekuni produksi jajanan ini.

Meski begitu, Harti tetap optimistis usahanya bisa terus bertahan. Ia berharap suatu saat dapat menemukan tenaga kerja yang bisa diajak bekerja sama untuk mengembangkan produksi Opak Gambir Maharis.