JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Warga Khawatir Rumah Roboh Akibat Pemancangan Pabrik Sepatu di Bakalanpule Lamongan

Reporter: Defit Budiamsyah • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 14 Maret 2026, 12:50 WIB ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Pembangunan pabrik sepatu di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, dikeluhkan warga. Pasalnya, pembangunan yang masih pada tahap pemancangan atau pemasangan tiang pondasi dengan alat berat itu, menimbulkan kebisingan hingga membuat rumah warga disekitarnya bergetar.

Salah seorang warga berinisial SM, mengatakan bahwa setiap pukulan dalam pekerjaan pancang tersebut, menimbulkan getaran yang cukup kuat, sehingga warga khawatir rumah yang ditempatinya roboh dan mengancam keselamatan orang didalamnya.

Baca Juga : Jasa Penukaran Uang Hukumnya Riba? Ini Menurut Pakar

"Getarannya seperti gempa dan membuat kami sekeluarga cemas dan takut, kalau sewaktu-waktu plafon ambrol, ataupun dinding rumah retak," ujarnya Jum'at (13/3/2026).

Ia mengaku sudah mengadukan hal ini kepada RT dan Pemerintah Desa setempat, untuk disampaikan ke pihak perusahaan. 

"Pak Kades sempat datang langsung ke lokasi pekerjaan dan menghentikan sementara aktivitas pembangunan itu, hingga ada kesepakatan antara warga terdampak dengan pihak pelaksana proyek," ujarnya.

Lebih lanjut, SM mengaku sejauh ini belum ada kesepakatan apapun dan hanya sebatas kesanggupan, "katanya perusahaan mau bertanggungjawab, tapi kami belum tahu bentuknya seperti apa. Namun yang jelas, dampak pemancangan itu membuat kami khawatir dengan keselamatan keluarga dan rumah kami, dan membuat kami tidak nyaman," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bakalanpule, Sukisno, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan mengatakan jika persoalan ini sudah pernah dimusyawarahkan.

"Intinya sudah duduk bersama di Balai Desa (Bakalanpule) dan masyarakat bisa menerima dengan legowo. Jika ada kerusakan bangunan pihak kontraktor akan bertanggung jawab," kata Sukisno kepada jatimtimes.com, Sabtu (14/3/2026).

Namun dirinya enggan menjelaskan, saat ditanya terkait jumlah rumah yang terdampak, dan bentuk tanggungjawaban yang dijanjikan perusahaan.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Mas Ibin Serahkan Bantuan 3 Ton Beras CSR Sampoerna kepada 600 Warga

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut rencananya untuk pabrik sepatu PT. Buildyet Indonesia. 

Pantauan di lokasi, jarak proyek dan rumah warga hanya terpisah beberapa meter saja. Sementara saat ini terlihat beberapa alat pancang yang tidak beroperasi dan truk pengangkut tiang pancang yang keluar masuk, serta beberapa pekerja. 

Pembangunan tersebut sempat mendapat sorotan dari legislatif setempat, lantaran diduga berdiri di atas hektaran Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang harus dilengkapi dengan perijinan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Legislatif meminta agar pihak perusahaan tidak melakukan aktivitas pembangunan apapun, sebelum proses perizinan selesai, termasuk dampak kepada masyarakat.

Topik Terkait
# Khawatir Rumah Roboh# Pemancangan# Pabrik Sepatu# Bakalanpule Lamongan# PT. Buildyet Indonesia

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap