UIN Malang Dorong Pencegahan Kekerasan Seksual lewat Film Edukatif Retak

Editor

Yunan Helmy

09 - Mar - 2026, 05:04

Pemutaran perdana film Retak, pendekatan berbeda dalam mengampanyekan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus UIN Maliki Malang. (ist)

JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengambil pendekatan berbeda dalam mengampanyekan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Melalui media film pendek berjudul “Retak” belum lama ini, kampus ini berupaya membuka ruang refleksi sekaligus edukasi bagi mahasiswa mengenai persoalan yang kerap terjadi di sekitar mereka.

Pemutaran perdana film tersebut digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang belum lama ini di Auditorium Microteaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Ratusan mahasiswa tampak memadati ruangan untuk menyaksikan karya yang diangkat dari hasil riset lapangan tersebut.

Baca Juga : Siapa Amanda Rigby, Aktris yang Ramai Dijodohkan dengan Andre Taulany?

Berbeda dari sosialisasi yang biasanya dilakukan melalui seminar atau diskusi, film “Retak” dipilih sebagai media komunikasi yang dinilai lebih mudah diterima generasi muda. Cerita yang disajikan menyoroti dinamika relasi remaja dan potensi kekerasan seksual yang kerap muncul dalam hubungan pacaran.

Produser film menjelaskan bahwa karya ini merupakan produksi ketiga yang digarap tim PSGA. Seluruh alur cerita disusun berdasarkan data penelitian yang dilakukan lembaga tersebut.

“Film ini tidak sekadar dibuat untuk hiburan. Ceritanya disusun dari hasil penelitian yang kami lakukan di lapangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari data yang dikumpulkan, pelaku kekerasan seksual dalam banyak kasus justru berasal dari orang terdekat korban. Mantan pasangan maupun pacar tercatat sebagai pihak yang paling sering terlibat dalam kasus semacam ini.

Fenomena itu, menurut dia, menjadi alarm bagi kalangan mahasiswa untuk lebih memahami batasan relasi dan menjaga keamanan diri dalam pergaulan.

Dalam pengamatannya sehari-hari, ia juga kerap melihat realitas sosial yang memunculkan kekhawatiran, seperti pasangan muda yang saling mengantar ke tempat kos pada waktu-waktu tertentu. Situasi tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya ruang yang berpotensi memicu berbagai persoalan, termasuk kekerasan seksual.

Baca Juga : Viral Artis China Zhang Jingyi Bawa Tas Kresek Seharga Rp30 juta di Karpet Merah, Ternyata Ini Faktanya

Melalui cerita yang diangkat dalam “Retak”, tim produksi mencoba menggambarkan jenis kekerasan seksual yang sebenarnya dapat dicegah. Pesan utamanya adalah mendorong mahasiswa agar lebih waspada dalam mengambil keputusan serta lebih bijak memilih lingkungan pergaulan.

Selain pemutaran film, penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada para aktor dan tim produksi yang terlibat dalam pembuatan karya tersebut. Mereka menilai kualitas produksi film ini cukup baik dan memiliki potensi untuk ditayangkan lebih luas.

Melalui pendekatan kreatif ini, PSGA UIN Maliki Malang berharap mahasiswa tidak hanya memahami isu kekerasan seksual secara teoritis, tetapi juga mampu melihat dampaknya secara nyata. Kampus pun ingin mendorong lahirnya kesadaran kolektif untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan seksual di lingkungan akademik.