Trump Putar November Rain di Forum Perdamaian, Penolakan Guns N’ Roses Kembali Jadi Sorotan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

05 - Mar - 2026, 08:56

Kolase foto (atas) Presiden AS, Donald Trump, (bawah) Guns N’ Roses. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi bahan pembicaraan publik setelah memutar lagu legendaris November Rain dalam pertemuan perdana forum Board of Peace Forum di Washington pada 19 Februari 2026. Pemilihan lagu tersebut langsung memicu perhatian, mengingat band rock asal Amerika Guns N' Roses sebelumnya beberapa kali menyampaikan keberatan atas penggunaan karya mereka dalam kegiatan politik yang melibatkan Trump.

Forum yang seharusnya membahas stabilitas serta kerja sama global itu mendadak terasa tidak biasa bagi sebagian peserta. Pasalnya, lagu yang diputar merupakan balada rock berdurasi hampir sembilan menit dengan nuansa melankolis yang bercerita tentang hubungan cinta yang rapuh dan ketidakpastian hidup. Salah satu liriknya yang terkenal bahkan berbunyi, “Nothing lasts forever.”

Baca Juga : Ribuan Pelajar Kota Malang Dapat Beasiswa 2026, Ada yang Terima Rp 2 Juta per Bulan

Di tengah pemutaran lagu tersebut, Trump sempat melontarkan pertanyaan santai kepada para delegasi yang hadir. “Apakah ini musik yang bagus?” tanya Trump. Beberapa peserta forum terlihat mengangguk setuju. Trump pun menimpali, “Ini lagu yang bagus.”

Lagu Guns N’ Roses Juga Ditolak untuk Film Dokumenter Melania

Kontroversi penggunaan musik dari Guns N’ Roses juga muncul dalam proyek lain yang berkaitan dengan keluarga Trump. Produser film dokumenter tentang Melania Trump, yakni Marc Beckman, mengungkap bahwa timnya mengalami kesulitan dalam menyusun daftar lagu untuk soundtrack film tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama media hiburan Variety pada Rabu (4/3/2026), Beckman menjelaskan bahwa beberapa musisi menolak memberikan izin penggunaan lagu mereka. Salah satu penolakan paling mencolok datang dari Guns N’ Roses.

“Saya akan mengatakannya secara resmi jika Anda ingin tahu. Ada musik yang coba kami dapatkan, tetapi sayangnya ada unsur politik di dalamnya. Sebagai contoh, para personel Guns N’ Roses terpecah secara politik,” kata Beckman kepada Variety.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ada satu anggota band yang sempat memberikan lampu hijau untuk penggunaan lagu tersebut. Namun, anggota lain menolak keras.

“Ada lagu indah yang ingin kami gunakan, dan salah satu dari mereka berkata, ‘Silakan ambil saja.’ Namun yang lain pada dasarnya mengatakan, ‘Tidak mungkin.’ Kami membutuhkan persetujuan semua pihak pemegang hak cipta,” ujar Beckman.

Karena aturan lisensi musik mengharuskan persetujuan seluruh pemilik hak cipta, rencana penggunaan lagu Guns N’ Roses akhirnya tidak dapat dilanjutkan.

Penolakan dari Guns N’ Roses sebenarnya bukan hal baru. Vokalis band tersebut, Axl Rose, dikenal cukup vokal dalam mengkritik Donald Trump selama beberapa tahun terakhir.

Pada 2018, Axl Rose bahkan pernah menuding tim kampanye Trump memanfaatkan celah hukum untuk memutar lagu-lagu Guns N’ Roses dalam acara kampanye tanpa izin resmi dari band tersebut.

Baca Juga : Kronologi Mahasiswa Undip Dikeroyok 30 Rekan Satu Jurusan, Patah Tulang Hidung hingga Gegar Otak

Sikap kritis itu membuat hubungan antara Trump dan sejumlah musisi rock semakin tegang.

Guns N’ Roses bukan satu-satunya musisi yang menolak karyanya digunakan dalam proyek yang berkaitan dengan Trump. Beberapa nama besar lain juga mengambil sikap serupa.

Salah satunya adalah legenda musik pop Prince. Melalui perwakilan ahli warisnya, pihak keluarga menegaskan bahwa sang musisi tidak ingin karya-karyanya dikaitkan dengan Donald Trump.

Selain itu, penyanyi ikonik asal Jamaika Grace Jones juga dikabarkan menolak memberikan izin penggunaan lagunya.

Menurut Beckman, ia sebenarnya sudah menjelaskan bahwa film dokumenter tersebut berfokus pada sosok Melania Trump dan bukan pada karier politik suaminya. Namun penjelasan itu tetap tidak mengubah keputusan para musisi tersebut.

Meski menghadapi sejumlah penolakan, proyek film dokumenter tentang Melania Trump tetap berhasil mengumpulkan soundtrack dari beberapa musisi besar dunia. Di antaranya adalah lagu-lagu dari Michael Jackson, Aretha Franklin, dan Elvis Presley.

Kontroversi seputar penggunaan lagu ini kembali menyoroti hubungan yang kerap rumit antara dunia musik dan politik. Bagi sebagian musisi, karya musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari sikap dan identitas yang tidak ingin dikaitkan dengan agenda politik tertentu.