Imbas Ketegangan Perang Timur Tengah: 5 Jemaah Umrah Asal Batu Masih Tertahan, Belasan Lainnya Gagal Berangkat
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
05 - Mar - 2026, 12:22
JATIMTIMES – Ketegangan situasi keamanan di wilayah Timur Tengah mulai dirasakan dampaknya oleh para jemaah umrah asal Kota Batu. Kondisi kawasan yang belum stabil tidak hanya mengganggu jadwal kepulangan jemaah yang sudah berada di Tanah Suci, tetapi juga memicu pembatalan keberangkatan rombongan baru.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Kota Batu, Basuki Rachmat, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya fokus memantau kepulangan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Meski sebagian besar sudah mengantongi jadwal rujukan, masih ada jemaah yang tertahan.
Baca Juga : Atap Bocor Picu Korsleting TV, Rumah Warga di Jalan Wukir Kota Batu Nyaris Ludes Terbakar
"Kami mencatat ada lima jemaah dari PT Qurrota Ayun yang hingga kini masih berada di Arab Saudi. Mereka sedang menunggu kepastian jadwal kepulangan berikutnya setelah dua rekan mereka berhasil kembali lebih dulu pada 2 Maret lalu," jelas Basuki.
Selain lima jemaah yang masih menunggu kepulangan tersebut, kabar kurang sedap juga datang bagi calon jemaah yang berencana menyusul umrah saat Ramadan. Yakni sebanyak 12 jemaah dari biro yang sama terpaksa batal berangkat sesuai jadwal semula pada 5 Maret.
Penundaan ini terjadi karena dinamika keamanan di wilayah Timur Tengah mengganggu jadwal penerbangan internasional. Padahal, rombongan ini telah merencanakan program umrah Ramadan dengan target meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar di Tanah Suci.
"Untuk keberangkatan 12 jemaah ini terpaksa ditunda hingga situasi benar-benar dipastikan aman. Kami terus berkomunikasi dengan pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memantau perkembangan di lapangan," imbuh Basuki.
Di sisi lain, kabar baik datang dari rombongan lainnya. Sebanyak 23 jemaah dari PT Perindu Baitullah serta 21 jemaah dari gabungan Saudin Tour dan PT Safa Bumi telah dijadwalkan terbang kembali ke Indonesia secara bertahap sejak 4 Maret kemarin.
Meskipun situasi keamanan kawasan secara umum memanas, Basuki menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Makkah, aktivitas ibadah di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebenarnya masih relatif kondusif dan lancar.
"Informasi dari sana (Makkah), kondisi ibadah tetap kondusif. Koordinasi terus kami lakukan guna menjamin hak-hak dan layanan jemaah tetap terpenuhi selama mereka menunggu kepulangan," ungkap dia.
Kantor Kemenhaj Kota Batu menegaskan bahwa seluruh kebijakan terkait perjalanan ini mengikuti instruksi dari pemerintah pusat serta Kementerian Luar Negeri. Hal ini dilakukan demi keselamatan jemaah mengingat Ramadan adalah periode puncak kunjungan di Arab Saudi.
"Diharapkan keluarga jemaah di Kota Batu untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi. Kementerian terus memberikan update berkala hingga seluruh jemaah kembali keluarga di Kota Batu dengan selamat," imbuh Basuki.
