2027, Disparbud Proyeksikan Kunjungan Wisata Kabupaten Malang Capai 6 Juta
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
09 - Feb - 2026, 08:16
JATIMTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang memproyeksikan jumlah wisatawan dapat mencapai 6 juta orang di tahun 2027 jika pembangunan jalan dari Gondanglegi-Balekambang maupun pembangunan infrastruktur jalan lainnya dapat selesai tahun 2026 ini.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan, Kabupaten Malang yang menjadi daerah dengan wilayah terluas kedua dan memiliki penduduk terbanyak kedua di Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyimpan banyak sekali potensi wisata. Baik potensi wisata alam, desa wisata maupun wisata buatan.
Baca Juga : Ada 8,9 Juta Anak Usia Sekolah, Puguh DPRD Jatim Bedah Potensi dan Tantangannya
Firmando menyebut, pasca-pandemi Covid-19, tren kunjungan wisata ke Kabupaten Malang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Terakhir, pada tahun 2025 lalu, kunjungan wisata ke Kabupaten Malang mencapai 5 juta orang wisatawan yang terdiri dari 51 ribu wisatawan dari luar negeri dan sisanya wisatawan dari dalam negeri.
"Kalau (pembangunan) Jalan Gondanglegi-Bantur atau Balekambang bisa tuntas pada akhir 2026, saya yakin nanti 2027 (kunjungan wisata) bisa mencapai 6 juta," ungkap Firmando.
Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang ini menjelaskan, dengan proyeksi peningkatan wisatawan di tahun 2026 ini Firmando menekankan kepada seluruh pengelola destinasi wisata agar menerapkan sapta-pesona yang meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
"Jadi, pengelola destinasi ini harus memikirkan cara untuk memberikan kenangan dan kenyamanan bagi wisatawan yang hadir," ujar Firmando.
Selain itu, Firmando mengatakan, kunjungan wisata ke masing-masing destinasi wisata di Kabupaten Malang bergantung juga pada kondiai ekonomi global. Pasalnya, jika kondisi ekonomi global melemah juga akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
"Sehingga perekonomian masyarakat pun menurun dan minat berwisata semakin rendah. Berbanding terbalik jika kondisi ekonomi stabil maka jumlah wisatawan pun semakin meningkat," kata Firmando.
Meskipun begitu, pihaknya terus berupaya agar wisatawan dari dalam maupun luar negeri dapat ke Kabupaten Malang dengan menghadirkan kalender event yang digunakan sebagai sarana promosi wisata serta potensi Kabupaten Malang.
Baca Juga : Keunggulan Tata Kelola Ma’had MTsN 1 Kota Malang Menarik Studi Tiru Madrasah Lain
Nantinya, ketika wisatawan berkunjung ke Kabupaten Malang tidak perlu bingung harus ke mana. Pasalnya, kalender event akan memuat berbagai event wisata maupun non wisata yang dapat berpotensi menarik wisatawan.
"Bukan hanya event yang kami selenggarakan. Event yang penyelenggaranya dari stakeholder lain seperti perhotelan," ucap Firmando.
Lebih lanjut, event peringatan hari-hari besar nasional juga akan masuk ke dalam kalender event. Ia mencontohkan, ketika peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) maupun Hari Batik Nasional, juga dapat diselipkan event kesenian maupun wisata untuk menarik wisatawan agar datang ke Kabupaten Malang.
"Dengan demikian, peringatan tersebut juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM setempat. Di tengah-tengah keterbatasan anggaran, kami mencoba meningkatkan kolaborasi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Malang," pungkas Firmando.
