JATIMTIMES - Waktu sahur, yang jatuh pada sepertiga malam terakhir, merupakan salah satu momen paling istimewa dalam ibadah puasa di bulan Ramadan. Lebih dari sekedar untuk memenuhi kewajiban makan sebelum berpuasa, sahur juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Banyak doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan salafus saleh di waktu ini, karena diyakini bahwa Allah menurunkan rahmat-Nya dan menerima doa-doa hamba-Nya yang memohon pada waktu tersebut.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku ampuni.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan waktu sahur sebagai waktu yang penuh berkah dan penuh peluang untuk mendapatkan rahmat serta ampunan dari Allah.
Baca Juga : Bentuk Pengabdian, Unmer Madiun Bangun SDM Unggul Melalui Outbound Training
Imam An-Nawawi dalam karyanya Syarh Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa keberkahan sahur tidak hanya terletak pada konsumsi makanan, tetapi juga pada keberadaan zikir dan doa yang dilakukan pada waktu mulia tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sahur adalah waktu yang sangat tepat untuk berdoa dan memohon ampunan, sebab pada saat itu rahmat Allah turun dengan melimpah.
Salah satu doa yang diajarkan untuk dibaca di waktu sahur adalah doa untuk memohon ampunan, “Robbana innanaa Amannaa Faghfirlana dzunubanaa wa qinaa 'adzaabannaar.” (QS. Ali Imran: 16). Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Doa ini mengandung permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa seseorang dan melindunginya dari azab neraka.
Selain itu, doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW bagi umatnya yang bersahur adalah, “Yarhamullaahul Mutasahhiriin,” yang artinya “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.” (HR At-Thabrani). Doa ini menggambarkan bahwa sahur bukan hanya sebagai waktu untuk makan, tetapi juga sebagai waktu untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.
Selain doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, terdapat juga kisah yang menginspirasi tentang Nabi Ya'qub AS. Dalam suatu riwayat, Nabi Ya'qub menangguhkan doa dan permohonan ampunan bagi anak-anaknya hingga waktu sahur. Ia berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku.” (QS. Yusuf: 98). Hal ini menunjukkan betapa besar manfaat yang diperoleh jika doa dipanjatkan pada waktu yang penuh berkah ini.
Selain itu, para sahabat Nabi Muhammad SAW juga dikenal sangat menjaga waktu sahur untuk berdoa dan memohon ampunan. Salah satunya adalah Abdullah bin Umar, yang setelah melakukan salat malam, akan menunggu waktu sahur untuk mulai berdoa dan memohon ampunan. Bahkan, sahabat Ibnu Mas'ud dikenal sering berdoa sebanyak 70 kali pada waktu sahur, sebagai bentuk kesungguhan dalam memohon ampunan dan rahmat dari Allah.
Baca Juga : 5 Waktu Terlarang untuk Tidur Menurut Rasulullah, Terutama Saat Puasa
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Jarir, diceritakan tentang seorang lelaki yang mengucapkan doa pada waktu sahur, “Ya Tuhanku, Engkau telah memerintahkan kepadaku, maka aku taati perintah-Mu. Dan inilah waktu sahur, maka berikanlah ampunan bagiku.” Ternyata, lelaki tersebut adalah Ibnu Mas'ud, seorang sahabat yang dikenal dengan ketakwaan dan kesungguhan dalam beribadah. Begitu pula dengan Anas bin Malik yang mengatakan bahwa para sahabat selalu beristighfar pada waktu sahur sebanyak 70 kali.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mempergunakan waktu sahur untuk memohon ampunan dan beristighfar kepada Allah. Para sahabat Nabi tidak hanya menganggap waktu sahur sebagai waktu mengisi perut atau makan sebelum berpuasa, tetapi sebagai momen untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.