Potongan Kepala Manusia dan Mayat Tanpa Kepala di Jombang Satu Jasad
14 - Feb - 2025, 09:41
JATIMTIMES - Polisi memastikan potongan kepala manusia dan mayat tanpa kepala yang ditemukan terpisah merupakan satu jasad. Hasil autopsi menunjukkan korban dimutilasi saat masih hidup.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengatakan, mayat tanpa kepala dan potongan kepala tersebut telah selesai diautopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri. Kedua potongan tubuh manusia itu dipastikan satu jasad.
Baca Juga : Ramai Seruan Tagar #KaburAjaDulu: Refleksi Kekecewaan Anak Muda Terhadap Indonesia
"Hasil autopsi membenarkan bahwa tubuh dan kepala itu satu jasad yang sama," terangnya kepada JatimTIMES, Jumat (14/2/2025).
Diungkapkan Margono, hasil autopsi menunjukan korban mengalami pendarahan otak akibat pukulan benda tumpul. "Sebelum kematian ada pendarahan di kepala yang mengakibatkan korban lemas tidak berdaya," ujarnya.
Dalam keadaan masih hidup, pelaku memutilasi korban dengan menggorok lehernya. Pelaku memotong leher korban dengan pisau secara tidak beraturan. "Di leher ada bekas sajam yang tidak berarturan. Iya (digorok)," kata Margono.
Diberitakan sebelumnya, mayat tanpa kepala ditemukan terlebih dulu oleh pencari ikan di saluran irigasi sawah Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Megaluh pada Rabu (12/2/2025) pukul 12.00 WIB. Kondisinya tengkurap tanpa pakain dengan tubuh mulai membusuk.
Sekitar pukul 17.00 WIB, potongan kepala manusia ditemukan warga di bibir Sungai Konto Desa Pesantren, Tembelang. Potongan kepala dalam keadan membusuk dan rambut sudah mulai lepas.
Baca Juga : Kronologis Pembunuhan Bocah TK di Jember Oleh Kekasih Ibu Kandung
Jarak penemuan mayat tanpa kepala dengan potongan kepala ini sekitar 5 Km dari lokasi. Menurut Margono pelaku diduga sengaja membuang potongan tubuh secara terpisah di dua tempat yang berbeda jauh.
"Dimungkinkan seperti itu (dibuang terpisah untuk hilangkan jejak)," pungkasnya.
