JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pemkab Malang Siapkan Pemetaan Wilayah untuk Tarik Investor ke Kabupaten Malang

Reporter: Tubagus Achmad • Editor: A Yahya
📅 26 Desember 2024, 09:03 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini sedang berproses menyiapkan pemetaan wilayah sekaligus penetapan zona untuk menarik imvestor agar tertarik berinvestasi di Kabupaten Malang. 

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, mapping atau pemetaan wilayah dan zona untuk memudahkan para investor dari dalam maupun luar negeri berinvestasi di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Pemkab Malang Berupaya Yakinkan Pemerintah Pusat agar Tol Malang-Kepanjen dapat Terealisasi

"Kita harus menyiapkan mapping infrastruktur itu yang menjadi poin utama untuk kita siapkan. Maka Bappeda memiliki kewajiban untuk melakukan pemetaan," ungkap Didik kepada JatimTIMES.com. 

Menurut Didik, nantinya kawasan industri yang memang dipersiapkan harus memiliki eksisting atau bangunan yang sudah ada dan berdiri beberapa waktu di area sumber daya alam di Kabupaten Malang. 

"Kawasan industri harus punya eksisting di sumber daya Kitm. Pada saat sumber daya alam dan kawasan industri sudah ditetapkan, maka saya yakin (investasi masuk ke Kabupaten Malang)," ujar Didik. 

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar Pemkab Malang ke depan dapat menyiapkan usulan rancangan peraturan daerah (ranperda) Kabupaten Malang untuk memudahkan para calon investor kaitannya dengan insentif. Terlebih lagi, pada kepemimpinan Kabupaten Malang periode 2024-2029, Didik sudah tidak menjabat lagi sebagai Wakil Bupati Malang mendampingi Bupati Malang HM. Sanusi. 

"Tentunya pemerintah daerah harus mempersiapkan regulasi kaitannya dengan insentif. Insentif pada pemodal-pemodal yang akan masuk di Kabupaten Malang. Kalau itu semua bisa dilakukan, insya allah bisa (investor masuk ke Kabupaten Malang)," tutur Didik. 

Mantan Ketua DPRD kabupaten Malang itu menyampaikan, terdapat berbagai potensi yang terbuka bagi inveato5 untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Malang. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata yang melimpah di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Pemkab Malang Fokus Turunkan Stunting di 2025: Targetnya Turun sampai 5 Persen

Selain beberapa sektor tersebut, investasi yang rencananya akan masuk ke Kabupaten Malang yakni kerja sama pwngolahan limbah kelapa sawit secara terpadu dengan perusahaan dari Denmark bernama Greensage Innovations. Di mana untuk nilai investasi tahap pertama sebesar Rp 200 milliar. 

"Di Malang selatan nanti juga banyak tempat pengolahan ikan yang juga mau berinvestasi. Kita doakan dalam kurun waktu tertentu Kabupaten Malang dapat berbenah terkait dengan infrastrukturnya dan kawasannya, Bappeda sampai hari ini sedang menyiapkan penetapan kawasan industri. Setelah itu ditetapkan maka para investor akan datang semua," jelas Didik. 

Oleh karena itu, jika pemetaan wilayah tuntas dilakukan oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, maka kondisi ini dapat menjadi tawaran bagi calon investor sekaligus pemerintah pusat untuk merealisasikan rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen. 

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun JatimTIMES.com hingga jelang akhir 2024, terdapat 550 perusahaan yang wajib melaporkan investasi per tiga bulan. Terdiri dari 50 perusahaan dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan 500 perusahaan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pasalnya, 550 perusahaan tersebut nilai investasinya lebih dari Rp 5 milliar. Pelaporan investasi secara berkala per tiga bulan itu untuk mengetahui perkembangan perusahaan. 

Topik Terkait
# pemkab malang# kabupaten malang# didik gatot subroto# wabup malang

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap