Berkah Wangi Natal di Kota Batu, Pesanan Bunga Potong Naik Dua Kali Lipat

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

24 - Dec - 2024, 10:30

Berkah Natal bagi warga Kota Batu tak hanya dirasakan umat yang merayakan, melainkan juga para produsen bunga potong seperti di Desa Gunungsari, Kota Batu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Tangan lembut Mulyati memilah bunga mawar merah terbaik dalam seikat demi seikat potongan tangkai seukuran dengan telaten, Jumat siang (20/12/2024). 

Tampak sesekali pelanggannya datang menanyakan pesanan. Sebagian lain memilih bunga segar untuk dibeli langsung dari produsen. Tak lain, untuk kebutuhan momen-momen penting di akhir tahun yang kerap membanjiri pesanan.

Baca Juga : Ruas Gending-Kraksaan Dibuka Gratis, Menteri PU Pastikan Jalan Tol Probowangi Aman Dilalui

Bulan Desember menjadi salah satu bulan sibuk bagi penjaja bunga potong seperti Mulyati. Di Kota Wisata Batu, suka cita dari kelahiran Kristus tak hanya dirasakan umat Nasrani, melainkan turut menjelma berkah wangi Natal khususnya bagi produsen bunga.

Yulia Florist, Gunungsari, Batu, salah satunya. Di situ Mulyati jadi salah seorang karyawan yang mengatur pesanan bunga. Toko tempatnya bekerja itu terletak di jalan desa. Penataannya sederhana, namun sudah banyak melayani pesanan bunga hingga ke luar kota dan luar pulau Jawa.

"Yang banyak ke Bali. Ada yang Jakarta. Memang kalau Desember biasanya banyak permintaan," ungkap Mulyati.

Mawar jadi salah satu bunga yang sering dipakai dalam perayaan Natal di gereja. Kota Batu sebagai produsen bunga, selalu kebanjiran pesanan. Dahulu pihak gereja ada yang datang sendiri untuk beli bunga, tapi kini banyak beli secara online.

Diakui Mulyati, permintaan untuk perayaan momen penting seperti Natal hingga Hari Ibu naik, sedangkan stok berkurang sehingga harganya ikut terkerek. Saat banyak permintaan, Yulia Florist bisa mengirim bunga ke luar kota setiap hari sebanyak minimal 3 koli. "Macam-macam kebutuhannya, banyak juga yang untuk dekorasi," kata dia.

.

Harga bunga mawar yang biasanya Rp 1.000 per tangkai, pada Natal seperti ini harganya bisa naik menjadi Rp 3.000 per tangkai. Banderol per ikat bunga bisa dua kali lipat karena faktor tingginya permintaan dan stok yang menipis. "Rata-rata Rp 37,5 ribu menjadi Rp 75 ribu per ikatnya," sebut perempuan berhijab itu.

Sementara itu, keterbatasan stok bunga potong dipengaruhi beberala faktor. Termasuk cuaca yang menunjukkan intensitas hujan tinggi belakangan ini. Imbasnya, hasil panen di semua komoditas hasil pertanian ikut menurun.

Hal tersebut turut berlaku untuk semua jenis bunga. Dari mawar, krisan, aster, dan beragam jenis lainnya. Intensitas hujan yang tinggi menghambat pertumbuhan bunga. Membuat bunga tidak mekar dan ukurannya lebih kecil.

Baca Juga : Begini Cara Mengucapkan Selamat Natal yang Diperbolehkan dalam Islam Menurut Habib Jafar

Dirinya mengaku musim hujan membuat kualitas bunga menurun. Seperti halnya mekar bunga tidak sempurna, dan jumlah panen juga menyusut drastis. Ia mengambil stok dari lahan pertanian dari pemilik Florist, juga dari petani lainnya.

Kendati begitu, ia dan karyawan lain harus memutar otak saat pesanan yang terus mengalir dan membuat timnya kewalahan.

Bagi penjaja bunga seperti dirinya, perayaan Natal tidak melulu menjadi milik umat Kristiani. Meski tidak langsung, sukacita Natal juga turut dirasakan oleh banyak orang.

"Alhamdulillah banyak (pesanan), kalau dibanding biasanya naik dua kali lipat. Harganya juga," tutur Mulyati.